Friday, 26 September 2014

Tindakan Tak Manusiawi dan Tak Bermoral Dilakukan oleh Otoritas di Lebanon terhadap Para Pengungsi Suriah


بسم الله الرحمن الرحيم
Tindakan Tak Manusiawi dan Tak Bermoral
Dilakukan oleh Otoritas di Lebanon terhadap Para Pengungsi Suriah
Otoritas Lebanon pada tiga hari terakhir menggerebek kamp-kamp pengungsi Suriah di kota Arsal dan tempat-tempat lainnya. Mereka menangkap lebih dari seribu laki-laki di kamp-kamp itu. Orang-orang yang ditangkap diikat danwajah mereka di sungkurkan ke tanah. Para tentara menendang wajah dan kepala mereka dengan sepatu lars. Para tentara juga melecehkan banyak perempuan. Mereka membakar kamp dan barang-barang. Otoritas Lebanon menuduh para pengungsi membantu orang-orang bersenjata yang berdiam di gunung.
Beberapa media massa mengungkap, tindakan itu dimaksudkan untuk mengambil sejumlah orang dari para pengungsi Suriah untuk ditukar dengan personel militer yang diculik sebagai sandera oleh orang-orang bersenjata. Setelah investigasi yang tidak transparan, sebagian dari orang yang ditangkap itu dilepaskan, sementara lebih dari 80 orang dari mereka tetap ditahan. Jika itu benar, maka orang yang merencanakan dan memerintahkan pelaksanaannya telah melakukan kesalahan rendahan, yang konsekuensinya sangat berbahaya. Bukannya menyelesaikan masalah penculikan, tapi justru makin membahayakan.
Kami tidak membela operasi penculikan oleh para tentara di Arsal. Kami juga tidak membela aksi penyergapan terhadap tentara, aparat keamanan atau yang lain. Kami tidak menyetujui apapun bentuk pembunuhan atas seseorang dari mereka yang diculik. Hukum syara’ yang kami pahami dan kami adopsi adalah bahwa tidak boleh membunuh tawanan, hingga meskipun tawanan itu diambil dari tentara musuh di medan perang. Hal itu karena firman Allah SWT:
﴿فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا
“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir.” (TQS Muhammad [47]: 4)

Ayat yang mulia ini menegaskan bahwa siapa saja yang ditawan maka tidak boleh dibunuh. Akan tetapi ia dibebaskan baik dengan disertai tebusan atau tanpa tebusan. Ini dalam kondisi tawanan perang yang berasal dari musuh. Lalu bagaimana jika ia diculik dan bukan seorang musuh serta bukan di dalam kondisi perang?!
Sekarang Otoritas menggerebek kamp-kamp para pengungsi. Otoritas memerintahkan media massa untuk bungkam atas apa yang mereka lakukan dan agar menyebarkan berita-berita yang menutupi fakta. Akan tetapi kebenaran fakta itu akan muncul bagaimanapun upaya menutupinya.
Kami menyeru, khususnya kepada kaum Muslimin bahwa para pengungsi itu adalah saudara Anda. Mereka ditimpa musibah, dipaksa mengungsi dan datang kepada Anda. Maka secara syar’i Anda tidak boleh menolaknya atau menyepelekannya. Anda wajib membantu mereka dan bersikap baik kepada mereka. Jika Anda menemukan orang yang menyakiti mereka dan menyerang mereka, maka Anda wajib menghadapinya dan menolaknya. Anda wajib menjadi pelindung, penolong, dan penjaga bagi mereka. Hingga seandainya yang menyerang mereka dan menyusahkan mereka itu adalah otoritas resmi sekalipun. Allah SWT berfirman:
﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (TQS al-Hujurat [49]: 10)

Rasulullah saw bersabda:
«المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Seorang Muslim itu adalah saudara muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya kepada musuh. Siapa saja yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah membantu kebutuhannya. Siapa saja yang menghilankan kesulitan seorang Muslim, niscaya Allah menghilangkan kesulitannya di Hari Kiamat. Dan siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah tutupi aibnya pada Hari Kiamat” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw juga bersabda:
«مَا مِنَ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ، إِلاَّ خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنَ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ، إِلاَّ نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَهُ»
“Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang Muslim pada posisi dimana kehormatannya dicederai dan kesuciannya dilanggar, kecuali Allah menghinakannya di tempat dimana ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang menolong seorang Muslim pada posisi didimana kehormatannya dicederai dan kesuciannya dilanggar kecuali Allah menolongnya di tempat dimana ia sukai pertolongan-Nya” (Sunan Abu Dawud, ath-Thabarani dan al-Baihaqi)

Ingatlah, ketika kaum Muslim Mekah berhijrah ke Madinah al-Munawarah, bagaimana kaum Anshar menyambut kaum Muhajirin itu.
Perlu diketahui, negara menerima berbagai macam bantuan untuk para pengungsi itu, dari berbagai sumber. Maka tidak ada hak bagi negara memberikan bantuan itu atas nama negara sendiri. Lalu bagaimana negara memperbolehkan dirinya sendiri memperlakukan para pengungsi itu dengan perlakuan keras, penyiksaan, dan pengusiranmereka. Wahai Otoritas di Lebanon, sungguh kezaliman ini menunjukkan kebodohan dalam memerintah dan bukan hanya menunjukkan kedengkian dan kebencian saja. Menunjukkan kebodohan karena Otoritas dengan tindakan itu telah membangun basis konsekuensi yang buruk.
Kami memohon kepada Allah agar menyinari akal pemegang pemeritahan dan menunjuki mereka agar mereka mengetahui bagaimana seharusnya mereka memerintah.
Allah SWT berfirman:
﴿قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ @ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (TQS al-Maidah [5]: 15-16)

2 Dzulhijjah 1435 H
26 September 2014 M

Hizbut Tahrir
Wilayah Lebanon

Thursday, 25 September 2014

14 anggota jihad, lima orang awam terbunuh dalam serangan di Syria

BEIRUT: Beberapa serangan udara diketuai Amerika Syarikat di Syria malam tadi mengorbankan 14 anggota jihad daripada kumpulan Negara Islam (IS) dan lima orang awam.
Badan Pemantau Hak Asasi Manusia Syria berkata anggota militan terbabit terbunuh di wilayah timur Deir Ezzor manakala orang awam terbunuh dalam serangan di timur laut Hasakeh.
Pengarahnya Rami Abdel Rahman berkata serangan itu menyasarkan kilang penapisan minyak yang ditawan IS dan sekurang-kurangnya satu pusat pemeriksaan IS.
Antara orang awam yang terbunuh di Hasakeh termasuk seorang kanak-kanak. - AFP

Serangan udara AS sasar kilang penapisan minyak di Syria

WASHINGTON: Amerika Syarikat disertai Arab Saudi dan Emiriah Arab Bersatu (UAE) meneruskan serangan bom ke atas kumpulan jihad Negara Islam (IS) dengan pesawat pejuangnya mensasarkan kilang penapisan minyak di Syria.
Jurucakap Pentagon berkata, serangan udara diketuai Amerika itu buat pertama kalinya mengebom kilang penapisan minyak berkenaan di timur Syria bagi memutuskan sumber pendapatan bagi kumpulan IS terbabit yang bergantung kepada jualan minyak mentah kepada orang tengah di sekitar rantau berkenaan.
Serangan udara terbaru ini ditumpukan kepada 12 sasaran di timur Syria, di mana ekstremis IS menguasai kilang penapisan minyak berskala kecil, kata jurucakap Pentagon, Panglima John Kirby kepada CNN.
"Semua 12 sasaran ditembak dengan peluru berpandu pasukan bersekutu. Malah terdapat lebih banyak pesawat pasukan bersekutu berbanding pesawat Amerika," katanya.
Kirby mengesahkan pembabitan pesawat dari Arab Saudi dan UAE dalam serangan terbaru itu. - AFP

Serangan udara AS sasar kilang penapisan minyak di Syria

WASHINGTON: Amerika Syarikat disertai Arab Saudi dan Emiriah Arab Bersatu (UAE) meneruskan serangan bom ke atas kumpulan jihad Negara Islam (IS) dengan pesawat pejuangnya mensasarkan kilang penapisan minyak di Syria.
Jurucakap Pentagon berkata, serangan udara diketuai Amerika itu buat pertama kalinya mengebom kilang penapisan minyak berkenaan di timur Syria bagi memutuskan sumber pendapatan bagi kumpulan IS terbabit yang bergantung kepada jualan minyak mentah kepada orang tengah di sekitar rantau berkenaan.
Serangan udara terbaru ini ditumpukan kepada 12 sasaran di timur Syria, di mana ekstremis IS menguasai kilang penapisan minyak berskala kecil, kata jurucakap Pentagon, Panglima John Kirby kepada CNN.
"Semua 12 sasaran ditembak dengan peluru berpandu pasukan bersekutu. Malah terdapat lebih banyak pesawat pasukan bersekutu berbanding pesawat Amerika," katanya.
Kirby mengesahkan pembabitan pesawat dari Arab Saudi dan UAE dalam serangan terbaru itu. - AFP

Dunia tidak bantu secukupnya halang warga asing ke Syria - Erdogan

PERTUBUHAN BANGSA-BANGSA BERSATU: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendakwa masyarakat antarabangsa tidak membantu secukupnya bagi menghalang pengaliran warga asing yang menyertai kegiatan pengganas di Syria.
Serentak itu, beliau juga membidas Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) kerana tidak bertindak ke atas isu mendesak yang didapati dunia ketika ini.
Dalam dua ucapan berasingan di New York, Erdogan berkata, Turki memainkan peranan utama dalam memerangi keganasan tetapi tidak mendapat bantuan daripada dunia.
"Kita boleh menghentikan pengaliran warga asing ini hanya jika rakan kita tidak memberi kerjasama," tegas Erdogan.
Katanya, usaha ini bukan hanya perjuangan tunggal Turki.
Erdogan bercakap pada mesyuarat Majlis Keselamatan di mana anggotanya sebulat suara meluluskan resolusi meminta negara anggota menghalang pengambilan rekrut dan membawa warga asing yang ingin menyertai kumpulan pengganas.
Ia adalah mesyuarat luar biasa Majlis Keselamatan yang dipengerusikan oleh Presiden Amerika Syarikat, Barack Obama dengan dihadiri ketua 15 negara anggota.
Perisikan Amerika Syarikat menganggarkan kira-kira 12,000 rakyat asing sudah melakukan perjalanan ke Syria dan Iraq untuk menyertai kumpulan Negara Islam (IS), yang dianggarkan mempunyai seramai 31,000 pejuang. - AP

Wednesday, 24 September 2014

Lebih 130,000 pelarian Syria masuk ke Turki

ANKARA: Sejumlah 130,000 pelarian Syria yang melarikan diri daripada militan Negara Islam (IS), memasuki Turki sejak empat hari lalu.
Timbalan Perdana Menteri Numan Kurtulmus berkata Turki bersedia untuk menerima senario paling buruk andainya pelarian berkenaan terus memasuki negara berkenaan.
Walaupun jumlahnya tinggi, Turki menyatakan ia bersedia untuk bertindak balas: setakat ini konflik di Syria menyebabkan lebih sejuta orang menyeberangi ke sempadannya sejak 3 1/2 tahun lalu. -

Syria sokong usaha antarabangsa perangi 'keganasan' - SANA

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 @ 10:41 PM
DAMSYIK: Presiden Syria, Bashar al-Assad, berkata Damsyik menyokong sebarang usaha antarabangsa menentang "keganasan" selepas pakatan yang diketuai Amerika Syarikat melancarkan serangan udara di negara itu, menurut media Syria.

"Syria akan meneruskan peperangan ini yang dilancarkan sejak beberapa tahun lalu terhadap...keganasan," agensi berita SANA melaporkan Bashar sebagai berkata.

"Syria menyokong sebarang usaha antarabangsa bagi memerangi keganasan," katanya. - AFP

Israel tembak jatuh jet pejuang Syria

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 @ 3:11 PM

 
BAITULMAQDIS: Israel menembak jatuh sebuah pesawat pejuang Syria ketika ia terbang melepasi garisan gencatan senjata di Bukit Golan yang diduduki Israel.

"Pesawat ini, jet pejuang MiG-21, yang menghampiri bahagian Israel di Bukti Golan, ditembak jatuh oleh peluru berpandu Patriot darat-ke-udara," lapor radio tentera.

Serpihan pesawat terjatuh ke kawasan dikuasai Syria, tambahnya. - AFP

AS 'hapus' kumpulan al-Qaeda di Syria - Pentagon

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 @ 10:21 PM

 
WASHINGTON: Serangan udara Amerika Syarikat (AS) menghapuskan sekumpulan veteran al-Qaeda, anggota kumpulan Khorasan di Syria yang disyaki merancang serangan terhadap kepentingan negara Barat, menurut Pentagon.

"Kami percaya individu berkenaan merancang...ia sudah dihapuskan," Laksamana Muda John Kirby memberitahu rangkaian televisyen ABC.

Serangan terhadap kumpulan Khorasan awal hari ini dilakukan secara berasingan daripada serangan udara yang diketuai AS dan disokong beberapa negara Arab terhadap kumpulan Negara Islam (IS) di Syria.

Pemerintah Pusat AS sebelum ini mengumumkan bahawa pesawat perang AS melancarkan lapan serangan udara terhadap sasaran kumpulan Khorasan di barat Aleppo.



Serangan itu menyasarkan kem latihan, tapak pengeluaran peluru dan bahan letupan, bangunan komunikasi dan pusat pemerintah kumpulan itu. - AFP

Kubu kuat militan digempur dari laut, udara


Damsyik: AS dan sekutu Arabnya melancarkan serangan udara dan laut ke atas kubu Negara Islam (IS) di Syria semalam, sekali gus membuka medan konflik baru untuk menumpaskan kumpulan militan itu.

Pusat Pemerintahan AS berkata, Bahrain, Jordan, Arab Saudi, Qatar dan Emiriah Arab Bersatu menyertai serangan berkenaan menggunakan pelbagai jet pejuang, pesawat pengebom, pesawat tanpa juruterbang dan misil Tomahawk.



“Sebanyak 14 serangan dilancarkan di sasaran dikenal pasti,” kata agensi berkenaan dalam satu kenyataan semalam.

Serangan itu, katanya, memusnah atau merosakkan sejumlah sasaran di utara Iraq serta kawasan sempadan negara berkenaan.

Antara sasarannya ialah pusat latihan serta kenderaan perang.


Sementara itu IS berkata, kempen berkenaan akan dibalas dengan reaksi keras, malah sebuah kumpulan penyokong mereka yang berpangkalan di Algeria mengancam membunuh seorang tebusan warga Perancis dalam tempoh 24 jam jika Paris tidak menamatkan penyertaan mereka dalam serangan itu.

Washington berkata, serangan laut dilancarkan dari Laut Merah dan Teluk Parsi.

Sebanyak 47 peluru berpandu Tomahawks dilepaskan.


Di samping itu, lapan serangan turut dilancarkan ke atas satu kumpulan penyokong al-Qaeda di Aleppo, barat Syria kerana rancangan mereka mahu menyasarkan AS serta kepentingan Barat.

- AFP

Artikel ini disiarkan pada : 2014/09/24

Lagi 16 kanak-kanak maut


Sukarelawan menyelamatkan mangsa selepas kediaman mereka dibedil tentera rejim. - Foto AFP
Sukarelawan menyelamatkan mangsa selepas kediaman mereka dibedil tentera rejim. - Foto AFP
DAMSYIK - SYRIA . Sekurang-kurangnya 42 orang termasuk 16 kanak-kanak terkorban dalam serangan udara yang menyasarkan barat laut wilayah Idlib, semalam.

Jurucakap Pusat Pemerhati Hak Asasi Manusia Syria memaklumkan, serangan tanpa henti itu turut dilancarkan ke Saraqeb dan Ehsim yang kini dikuasai Tentera Pembebasan Syria (FSA).

"Bedilan pesawat mengenai kem perlindungan sementara yang menempatkan penduduk di luar Saraqeb," jelasnya menurut laporan AFP.

Susulan serangan itu, banyak rakaman video dimuat naik ke laman Youtube dengan ada yang menunjukkan sekumpulan penduduk cuba mengeluarkan seorang lelaki yang tertimbus sehingga paras leher di bawah runtuhan bangunan.

Semenetera itu, kira-kira 130,000 pelarian Syria yang melarikan diri daripada militan Negara Islam (IS), memasuki Turki sejak empat hari lalu.

Timbalan Perdana Menteri Numan Kurtulmus berkata, Turki bersedia menerima pelarian tersebut memasuki negara berkenaan.

Israel tembak jatuh jet Syria di Bukit Golan


IMEJ menunjukkan sebuah jet pejuang milik tentera Syria terbakar selepas ditembak oleh sistem pertahanan udara tentera Israel di Bukit Golan semalam.- AFP


BAITULMUQADDIS - Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon semalam memberi amaran bahawa tentera negara itu terpaksa bertindak balas terhadap sebarang cubaan untuk mengancam keselamatan negara berkenaan.
Amaran tersebut dikeluarkan selepas tentera Israel menembak jatuh sebuah jet pejuang milik tentera Syria di Bukit Golan yang dikuasai rejim Zionis.
"Pada pagi ini (semalam) sistem pertahanan udara kami menembak jatuh sebuah jet pejuang Syria yang menghampiri wilayah Israel di Bukit Golan, jet itu seperti satu ancaman malah pesawat itu turut melintasi sempadan," katanya dalam satu kenyataan.
Kawasan seluas 1,200 kilometer persegi di Bukit Golan ditawan Israel daripada Syria ketika perang enam hari yang berlaku pada tahun 1967 sebelum mengisytihar kawasan berkenaan sebagai wilayahnya.
"Kami tidak akan membenarkan sesiapa sama ada negara atau organisasi pengganas mengancam keselamatan dan mencabuli kedaulatan kami.
"Kami terpaksa bertindak balas terhadap cubaan tersebut sama ada ia disengajakan atau tidak," tegasnya.
Sementara itu, bekas ketua perisikan tentera udara Israel, Ram Shmueli berkata, kejadian tersebut kemungkinan berpunca daripada kesilapan juruterbang jet pejuang Syria itu.
"Kami percaya misi juruterbang itu adalah menyerang kedudukan pemberontak bukannya tentera Israel tetapi pesawat tersebut telah melintasi sempadan.
"Malangnya kami tidak boleh bertimbang rasa dengan sebarang pencerobohan terhadap ruang udara Israel," katanya.
Menurutnya, kejadian itu adalah kali pertama tentera Israel menembak jatuh sebuah pesawat Syria sejak tahun 1985. - AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0924&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_04.htm#ixzz3EDpKcrBM 
Hakcipta terpelihara 

AS serang kedudukan IS di Syria



SEORANG wanita Kurdis melarikan diri dari ditembak meriam air selepas menyertai tunjuk perasaan bagi membantah tindakan pihak berkuasa Turki menutup pintu sempadan ke Syria di Suruc, Turki kelmarin.- AFP


SURUC, Turki - Tentera Amerika Syarikat (AS) dan negara sekutunya mula melancarkan serangan udara pertama mereka ke atas kedudukan militan Negara Islam (IS) di Syria kelmarin ketika pertempuran antara kumpulan itu dan pejuang Kurdis berhampiran sempadan Turki menyebabkan puluhan ribu penduduk melarikan diri.
Setiausaha Akhbar Pentagon, John Kirby memberitahu, kombinasi beberapa jet pejuang, pesawat pengebom dan peluru berpandu Tomahawk telah dilancarkan daripada beberapa buah kapal perang di rantau itu yang disasarkan kepada IS.
"Memandangkan operasi ketenteraan sedang berjalan, tiada maklumat dapat diberikan. Keputusan serangan tersebut dibuat awal Isnin lalu oleh tentera," ujar Kirby.
Serangan udara itu adalah sebahagian daripada kempen ketenteraan yang diperluaskan selepas Presiden AS, Barack Obama memberi arahan untuk memusnahkan militan IS sejak dua minggu lalu.
AS telah pun melancarkan 190 serangan udara terhadap IS di Iraq sejak kempen udara bermula 8 Ogos lalu.
Sementara itu, serangan IS terhadap bandar Kobani di Syria yang terletak beberapa kilometer dari sempadan telah menyebabkan 130,000 penduduk menyelamatkan diri dengan memasuki Turki sejak beberapa hari lalu.
Dalam pada itu, beratus-ratus penduduk Kurdis di bandar Suruc, Turki yang terletak berhampiran sempadan Syria telah bertempur dengan pihak polis kerana menghalang mereka untuk menyeberang ke Syria dan membantu saudara-mara mereka di sana.
Seorang penduduk yang dikenali sebagai Azam berkata, dia mahu menyertai pejuang Kurdis di Syria.
"IS bergerak bebas di sempadan dan membunuh ramai orang yang tidak berdosa, tetapi mereka (pihak berkuasa Turki) hanya duduk dan melihat ia berlaku.
"Jika saya ada peluang mendapatkan senjata, saya akan pergi membantu saudara saya di sana," tutur Azam yang berusia 18 tahun. - AP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0924&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm#ixzz3EDoTKhZZ 
Hakcipta terpelihara 

AS, sekutu serang kedudukan IS di Syria


Gambar bertarikh 29 Mac 2011, menunjukkan kapal pemusnah kelas Arleigh Burke, USS Barry melancarkan peluru berpandu Tomahawk seperti yang digunakan untuk menggempur kedudukan IS di Syria, semalam. - AFP
WASHINGTON 23 Sept. - Amerika Syarikat (AS) dan sekutunya dari negara-negara Arab, buat kali pertama melancarkan berpuluh-puluh serangan udara untuk menggempur kedudukan militan Negara Islam (IS) di Syria ketika kumpulan pelampau itu membunuh 40 tentera dan menawan lebih 70 askar di sebuah kem tentera di Iraq.
Media AS melaporkan, lima negara Arab yang tidak didedahkan itu turut mengambil bahagian dalam serangan terbabit yang melibatkan penggunaan sejumlah pesawat pejuang, pesawat pengebom dan peluru berpandu Tomahawk.
Namun stesen rangkaian berita ABC yang memetik sumber diplomatik AS melaporkan, lima negara Arab terbabit adalah Bahrain, Jordan, Qatar, Arab Saudi dan Emiriah Arab Bersatu (UAE)
Pusat Perintah Tentera AS dalam kenyataannya berkata, serangan terbabit dilancarkan dari kapal perang dan kapal pengangkut pesawat yang ditempatkan di Laut Merah dan Laut Parsi.
Menurut Pertubuhan Pemantau Hak Asasi Manusia Syria, tentera perikatan antarabangsa itu melancarkan kira-kira 50 serangan ke atas kubu IS di tiga wilayah termasuk Raqqa, utara Syria yang ditawan oleh kumpulan militan berkenaan sejak beberapa bulan lalu.
Jelas pertubuhan tersebut, lebih 70 anggota IS dipercayai terbunuh selepas dua kedudukan militan di Tabqa, Ain Eissa dan Tal Abyad digempur dalam serangan tentera bersekutu yang turut memusnahkan sejumlah kenderaan.
"Selain itu, AS melancarkan lebih 22 serangan ke atas militan Barisan Nusra yang dikaitkan dengan al-Qaeda di wilayah Idlib dan Aleppo yang terletak di barat laut Syria, menyebabkan kira-kira 50 anggota kumpulan itu maut" jelas laporan itu.
Dalam pada itu, kerajaan Syria mengesahkan, AS telah memaklumkan terlebih dahulu kepada Damsyik untuk melancarkan serangan udara di wilayahnya.
Sementara itu di Iraq, militan IS melancarkan serangan berani mati ke atas kem tentera di barat Baghdad, menyebabkan 40 askar terbunuh dan 70 lagi ditawan.
Pegawai kanan tentera Iraq, Jeneral Rashid Fleih berkata, empat pengebom berani mati meletupkan beberapa buah kenderaan berperisai selepas merempuh masih kem di Saqlawiyah, manakala dua lagi anggota militan meletupkan diri menggunakan bahan letupan yang dipasang pada badan mereka. - AFP/REUTERS


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140924/lu_01/AS-sekutu-serang-kedudukan-IS-di-Syria#ixzz3EDmqmUuJ
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Tentera Syria serang kedudukan IS


RABU, 24 SEPTEMBER 2014 @ 11:18 PM


BEIRUT: Tentera Syria memusnahkan kedudukan Negara Islam (IS) di Aleppo hari ini selepas pakatan yang diketuai Amerika Syarikat (AS) melancarkan serangan ke atas kumpulan itu untuk hari kedua.

Televisyen Syria menyatakan pihak tentera menyerang kedudukan IS di antara bandar al-Bab dan al-Qabasein serta "menghapuskan sebilangan pengganas".

Selepas serangan yang diketuai AS semalam, kerajaan Syria menyatakan ia akan terus memerangi IS. - Reuters

Tuesday, 23 September 2014

Israel tembak jatuh jet pejuang Syria



BAITULMAQDIS: Israel menembak jatuh sebuah pesawat pejuang Syria ketika ia terbang melepasi garisan gencatan senjata di Bukit Golan yang diduduki Israel.
"Pesawat ini, jet pejuang MiG-21, yang menghampiri bahagian Israel di Bukti Golan, ditembak jatuh oleh peluru berpandu Patriot darat-ke-udara," lapor radio tentera.
Serpihan pesawat terjatuh ke kawasan dikuasai Syria, tambahnya. - AFP

AS 'hapus' kumpulan al-Qaeda di Syria - Pentagon


WASHINGTON: Serangan udara Amerika Syarikat (AS) menghapuskan kumpulan veteran al-Qaeda, anggota kumpulan Khorasan di Syria, yang disyaki merancang serangan terhadap kepentingan negara Barat, menurut Pentagon.
"Kami percaya individu berkenaan merancang...ia sudah dihapuskan," Laksamana Muda John Kirby memberitahu rangkaian televisyen ABC. - AFP

Monday, 22 September 2014

Militan Malaysia: Abu Turob Maut Di Syria


Diterbitkan: Jumaat, 22 Ogos 2014 10:19 AM

Abu Turob lebih mesra dikenali sebagai Pak Long maut di Syria pada Selasa.

PETALING JAYA: Anggota militan rakyat Malaysia, Abu Turob dilaporkan maut dalam konflik yang berlaku di Syria.

Lelaki berusia 52 tahun ini dipercayai rakyat Malaysia pertama yang terkorban dalam pergolakan tentera Presiden, Bashar al-Assad menentang puak pelampau yang berhasrat menyingkirkannya.

Bukan nama sebenar, Abu Turob dikatakan mengalami kecederaan teruk di dada yang meragut nyawanya dalam pertempuan di Hama pada Selasa.

Kejadian itu berlaku pada pukul 2 petang pada 19 Ogos lalu selepas diserang penembak hendap kata sumber yang rapat dengan mangsa kepada The Star.

Dikenali sebagai Pak Long di kalangan pejuang militan Malaysia di Syria, jenazah Abu Turob dikebumikan di Kafer Zeta.

Tiga lagi rakyat Malaysia yang dikenali sebagai Abu Aisyah, Abu Tolhah dan Abu Ain bagaimanapun mengalami kecederaan akibat letupan bom di Arzaa.

Bekas pemain drum kumpulan rock, Akel Zainal mengesahkan jenazah Abu Turob sudah dikebumikan di negara itu.

"Ketika saya mendengar berita itu pada tengahari Selasa mengenai ramai rakyat Malaysia cedera dalam pertempuran dan kematian Abu Turob, saya berharap ia tidak benar," katanya.

Akel, yang ditugaskan untuk mempertahankan Arzeh ketika diserang berkata, dia sempat melihat jenazah Abu Turob semasa dalam perjalanan ke medan pertempuran.

Beliau juga menyifatkan Abu Turob sebagai seorang yang mudah mesra dan berkeperibadian pemurah.

Dalam perkembangan berkaitan, Wisma Putra berkata, pihaknya akan mendapat pengesahan pihak berkuasa Syria berhubung kejadian yang dilaporkan membabitkan rakyat Malaysia itu.

Menteri Luar, Datuk Seri Anifah Aman berkata, proses pengesahan bagaimanapun akan mengambil masa beberapa hari.

"Kami mengambil maklum dakwaan bahawa tiga rakyat Malaysia terbabit dalam kegiatan militan di Syria di mana seorang meninggal dunia, manakala dua lagi mengalami kecederaan," katanya.

Konflik Syria: Angka Kematian Lebih 191,000 Orang


Diterbitkan: Jumaat, 22 Ogos 2014 5:10 PM

GENEVA: Lebih 191,000 orang maut di kawasan bergolak di Syria, kata Pesuruhjaya Tinggi Hak Asasi Manusia Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), Navi Pillay.
Beliau berkata demikian dalam satu kenyataan mengenai konflik yang berlaku hampir tiga setengah tahun di negara itu.
Pillay berkata, seramai 191,369 orang terbunuh di kawasan bergolak Syria, sekali gus mencatatkan lebih sekali ganda berbanding angka kematian pada tahun lalu seramai 93,000 orang. - AFP

Turki Siap Sedia Hadapi Kebanjiran Pelarian Syria


Diterbitkan: Isnin, 22 September 2014 8:26 PM
Ratusan ribu pelarian Syria menunggu di sempadan Turki untuk memasuki negara itu sejak beberapa hari lalu.

ANKARA: Jumlah pelarian Syria yang tiba di Turki sejak empat hari lalu mencecah 130,000 dan angka itu dijangka meningkat.

Timbalan Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus bagaimanapun berkata, negara itu bersedia menghadapi apa saja kemungkinan jika keadaan itu benar-benar berlaku.

"Saya berharap Turki tidak dipaksa menerima lebih banyak pelarian perang dari Syria namun jika ia berlaku, kerajaan mempunyai perancangan dan langkah perlu sudah diambil," katanya.

Turki yang bersempadan dengan Syria adalah antara negara paling banyak menerima kebanjiran pelarian perang sejak krisis meletus beberapa tahun lalu.

Keadaan menjadi lebih buruk apabila militan Negara Islam (IS) mengganas dan membuat kemaraan dari satu wilayah ke wilayah lain ketika tentera rejim Presiden Bashar al-Assad masih bergelut menghadapi kebangkitan pemberontak.

Jumlah pelarian yang meninggalkan Syria setakat ini dianggar seramai lebih sejuta orang.

Numan berkata, ada kemungkinan gelombang kebanjiran pelarian perang itu mencecah ratusan ribu orang dalam tempoh tidak lama lagi.

Kedatangan terbaru berlaku sejak Khamis lalu apabila militan IS mengganas dan membawa konflik itu semakin hampir ke sempadan Turki.

Kata Numan, masalah yang berlaku bukanlah disebabkan bencana alam.

"Apa yang Turki hadapi kini ialah bencana buatan manusia.

"Kami tidak pasti berapa banyak petempatan akan diserang IS, berapa ramai pelarian akan terpaksa meninggalkan Syria. Kami tidak tahu.

"Ia dikawal pihak lain yang berada di seberang sana sempadan namun kerosakan yang dilakukan mereka jauh lebih dahsyat berbanding bencana alam semula jadi," katanya.
mstar

42 terbunuh dalam serangan udara Syria

ISNIN, 22 SEPTEMBER 2014 @ 2:50 PM

 
BEIRUT: Serangan udara kerajaan Syria mengorbankan sekurang-kurangnya 42 orang termasuk 16 kanak-kanak di wilayah Idlib di timur laut negara berkenaan.

Badan Pemantau Hak Asasi Manusia Syria berkata serangan udara itu berlaku petang semalam dan malam tadi, membunuh 19 orang termasuk enam kanak-kanak di luar bandaraya Saraqeb dan 23 orang lagi, antaranya 10 kanak-kanak, di bandar Ehsim.

Sebahagian besar wilayah berkenaan dikuasai pemberontak di luar ibu negerinya, bandaraya Idlib. - AFP

Lebih 130,000 pelarian Syria masuk ke Turki

ANKARA: Sejumlah 130,000 pelarian Syria yang melarikan diri daripada militan Negara Islam (IS), memasuki Turki sejak empat hari lalu.
Timbalan Perdana Menteri Numan Kurtulmus berkata Turki bersedia untuk menerima senario paling buruk andainya pelarian berkenaan terus memasuki negara berkenaan.
Walaupun jumlahnya tinggi, Turki menyatakan ia bersedia untuk bertindak balas: setakat ini konflik di Syria menyebabkan lebih sejuta orang menyeberangi ke sempadannya sejak 3 1/2 tahun lalu. -

70,000 masuk Turki


Kira-kira 70,000 etnik Kurdis Syria memasuki Turki sejak Jumaat lalu selepas melarikan diri dari serangan militan Negara Islam (IS) di utara Syria.

Agensi pelarian Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNHCR) berkata, ia kini berusaha membantu Turki menghadapi kebanjiran pelarian berkenaan.

Seorang pelarian, Mohammed Osman Hamme berkata, dia tiba di sempadan Turki bersama-sama isteri dan anak mereka sejak meninggalkan Dariya di Raqqa 10 hari lalu selepas mendengar mengenai kemaraan IS di wilayah itu.

Keluarga itu berjalan selama tiga hari, melintasi bandar Tell Abiad berhampiran sempadan Turki, tempat mereka melihat empat kepala dipenggal digantung di tepi jalan raya.



Dalam pada itu, pasukan keselamatan Turki semalam melepaskan gas pemedih mata dan menembak meriam air terhadap puluhan penduduk Kurdis di sebuah kampung bersempadan dengan Syria.

Polis Turki berkata, tindakan itu diambil dalam usaha menghalang militan Kurdis memasuki negara itu dari Syria.

Bagaimanapun, laporan televisyen memetik penduduk Kurdis itu sebagai berkata, mereka mahu ke Syria untuk membantu saudara mereka di negara itu.

Kumpulan IS dilapor semakin hampir menawan bandar Kurdis ketiga terbesar di Syria.


Seorang komander militan etnik itu berkata, IS kini berada 15 kilometer dari bandar strategik itu, Ain al-Arab atau juga dikenali sebagai Kobani dalam kalangan penduduk Kurdis.

Setakat ini, IS menawan 64 kampung di sekitar daerah berkenaan sejak melancarkan serangan Selasa lalu.


Pejuang Kurdis di kawasan itu dengan bantuan etnik Kurdis dari Turki berusaha menyekat kemaraan IS di bandar terbabit.

Seorang ahli politik Kurdis dari Turki, Ibrahim Binici yang melawat Kobani berkata, penduduk tempatan memberitahunya IS memenggal orang ramai dalam kemaraannya di setiap kampung.

“Ini bukan peperangan.

Ini pembunuhan beramai-ramai.

Mereka memasuki kampung dan memenggal kepala beberapa orang lalu menunjukkannya kepada penduduk lain.

Ia sama sekali tidak berperikemanusiaan,” katanya.

Parti Pekerja Kurdistan (PKK) menggesa golongan muda di wilayah majoriti Kurdis di Turki untuk bangkit bagi mempertahankan Kobani.

Artikel ini disiarkan pada : 2014/09/22

18 pejuang Negara Islam maut di Syria

Ribuan penduduk di Ain al-Arab melarikan diri ke sempadan Turki. Foto: AFP
Ribuan penduduk di Ain al-Arab melarikan diri ke sempadan Turki. Foto: AFP
BEIRUT - Sekurang-kurangnya 18 pejuang kumpulan Negara Islam (IS) terbunuh dalam pertempuran dengan tentera Kurdish di utara Syria, semalam. Pemerhati Hak Asasi Manusia bagi Syria melaporkan, seramai 18 pejuang termasuk seorang daripada mereka adalah warga China  terbunuh dalam pertempuran berhampiran bandar Ain al-Arab. Difahamkan, IS dapat merampas 60 kampung puak Kurdish berhampiran sempadan Turki dalam tempoh dua hari sejak serangan berganda dilancarkan di Ain al-Arab. "Pertempuran di kawasan itu menyebabkan ribuan penduduk melarikan diri ke Turki, selepas sempadan negara itu dibuka sejak Jumaat lalu lapor Al Arabiya. Sementara itu, stesen televisyen Islam menganjurkan kempen global untuk menentang kemaraan Kumpulan Negara Iraq dan Jajahannya (ISIL). Kempen bertajuk ISIL, the ignorance of the Kharijites, and penetrating the intelligence disiarkan di lebih 25 saluran tv satelit bermula petang kelmarin termasuk seluruh Arab Saudi selama seminggu.Saluran Saudi, Iqraa dan stesen Mesir Al-Rahma juga mengambil bahagian dalam usaha terbabit untuk menerbitkan beberapa dokumentari berkaitan asal usul dan sokongan gerakan ini.