Sunday, 12 July 2015

Dr. Iyadh Qunaibi : Membebaskan Islam dari kejahatan yang terjadi di Bumi Syam


Senin, 1 Zulqa'dah 1435 H / 25 Agustus 2014 22:14
Dr. Iyadh Qunaibi : Membebaskan Islam dari kejahatan yang terjadi di Bumi Syam
Dr. Iyadh Qunaibi
 

Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulullah
  1. Hal yang terpenting bagi saya adalah membebaskan syariah dari praktek-praktek menyimpang dan kejahatan yang dilakukan atas nama Islam dimana pelakunya meneriakkan Allahu Akbar, sedangkan Islam berlepas diri dari kejahatan-kejahatan tersebut.
  2. Hendaknya para penduduk syam, kaum muslimin dan seluruh dunia mendengar : Bahwa kami berlepas diri kepada Allah dari pembunuhan secara sembarangan yang kita lihat sedang terjadi di syam, dan hal ini sama sekali tidak disyari’atkan. Maka jangan kalian katakan kepada kami esok ketika kami menyerukan kepada syari’at dan khilafah, “kami sudah pernah mengalaminya”. Bukan syariat yang semacam ini yang kita perjuangkan, tidak pula Khilafah dan Daulah Islamiyah yang kita serukan dengannya.
  3. Islam berlepas diri dari membunuh tawanan orang-orang Islam hanya karena bai’at mereka terhadap jamaah tertentu, karena mengeksekusi seorang tawanan muslim dengan tuduhan kesetiaannya terhadap sebuah jamaah dan pembai’atan terhadapnya adalah sebuah kejahatan, siapa pun pembunuhnya dan dari kelompok manapun orang yang dibunuh. Jika memang diharuskan qishas terhadap tawanan muslim setelah ada ketetapan berdasarkan peradilan yang syar’i maka memang harus dilaksanakan, jika tidak maka kesetiaan pada sebuah jamaah bukan menjadi alasan dihalalkannya darah tawanan itu, sekalipun beberapa anggota jamaah tersebut melakukan praktek-praktek yang sesat.
  4. Islam berlepas diri dari menuduh sekelompok orang sebagai orang-orang yang murtad tanpa adanya bukti, seandainya sekelompok orang tersebut atau sebuah suku mengkhianati bala tentara kelompok yang lain, atau bahkan bala tentara sebuah negara yang berlandaskan syari’ah, maka tidak berarti ini menjadikan sekelompok orang tersebut murtad. Akan tetapi pengkhianatan itu adalah sebuah dosa yang tetap harus diperlakukan sebagaimana yang telah kami sampaikan diatas, yaitu dengan memberikan pilihan kepada orang tua sang terbunuh apakah qishas atau ampunan.
  5. Menuduh sekelompok orang dengan tuduhan kufur, salah satu akibatnya adalah orang yang menuduh menjadi kafir jika orang yang dituduh bukanlah orang yang benar-benar kafir, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan barangsiapa menuduh kaum muslimin murtad sedangkan kemurtadan tersebut tidak terdapat pada diri kaum muslimin, maka dia menanggung dosa pembunuhan mereka dengan cara yang sadis sebagaimana yang telah kita saksikan dengan cara memenggal kepala, menyalib dan mengeksekusi massal.
  6. Apabila sebuah jamaah mengeluarkan pernyataan tentang kemurtadan jamaah lain tanpa adanya bukti dan tanpa menerapkan konsekuensi darinya (kemurtadan), yaitu pembunuhan kepadanya, maka sesungguhnya kelompok ini tidak menghukumi dengan apa yang telah Allah turunkan dalam permasalahan ini.
  7. Islam berlepas diri dari melakukan hukum qishash dengan cara yang bodoh sebagaimana yang kita saksikan, yaitu ada sebuah jamaah yang melakukan pembalasan dengan keras dan menimbulkan efek jera, ia melampaui batas dalam membunuh, tanpa memberilkan pilihan kepada wali yang terbunuh untuk memilih antara qishash atau memberi ampunan. Maka sesungguhnya ini merupakan sebuah tindakan yang biasa dilakukan pada masa jahiliyah dan bukan bagian dari syariat sedikitpun. Sedangkan didalam Islam telah dijelaskan : “Dan barang siapa dibunuh secara lalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
  8. Islam berlepas diri dari memberikan tuduhan shahawat dan khawarij tanpa membedakan seluruh jamaah dan menyusun rencana untuk membunuhnya.
  9. Islam menyangkal penerapan nash-nash (ayat Al-Quran) kepada kaum muslimin yang sejatinya ia turun mengenai orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah : “Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.”, dan berlepas diri dari mencoba menaklukkan kaum muslimin dengan menebar ketakutan dan memperlihatkan keganasan dalam membunuh.
  10. Barangsiapa menyatakan keislamannya dengan jelas maka tidak hilang darinya nama Islam kecuali dengan hal yang jelas pula. Diantara perilaku yang bodoh dan sesat adalah; para pengikut fanatik sebuah jamaah membenarkan vonis kafir terhadap kaum muslimin padahal para pelaku vonis kafir itu sendiri tidak dapat mendatangkan bukti yang jelas, dan padahal mereka pernah menghukumi para mujahidin yang terpercaya dengan hukum riddah, sebagaimana yang terjadi pada Abu Saad Al Hadhrami – Rahimahullah – mereka berkata tentangnya : “masih segar dalam ingatan kita tentang kasus Abu Saad Al Hadhrami, sesungguhnya tiga bulan yang lalu Daulah Islamiyah tidak ragu-ragu dalam menegakkan hukum Allah terhadapnya setelah terbukti kemurtadannya melalui pengakuan dirinya dan kesaksian dari pakar syariat yang memutuskan berdasarkan perbuatannya bahwa ia adalah perbuatan riddah dan kufur”. Seperti inilah ketidak jelasan itu, tanpa ada bukti satupun darinya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : ” Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata“. Ini adalah arahan dari Allah agar kita mendustakan siapa saja yang menuduh orang mukmin tanpa ada bukti yang jelas. Maka apalagi jika ada berita mengenai penghukuman seseorang sebagai murtad dari seseorang yang tidak diketahui kapasitasnya apakah seorang yang berilmu, terpercaya ataukah orang yang adil? Maka apakah tidak cukup dengan ilmu dan keadilannya itu seseorang menjadi seorang pejuang tangguh yang memerangi orang-orang kafir, sehingga berapa banyak para kelompok sesat yang berjuang dan dihukum.
  11. Seorang muslim tidak menikmati yang dia lakukan ketika membunuh, juga tidak mencari cara aneh dalam membunuh orang-orang kafir. Nabi kita Muhammad SAW bersabda : “Jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik“. Dan ketika para laki-laki yahudi bani Quraidzah yang berkhianat terhadap kaum muslimin dibunuh, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian dieksekusi jauh dari pandangan teman-teman mereka supaya mereka tidak melihatnya. Tidak pernah didapati sebelumnya ada kaum muslimin yang membuat lelucon ketika mengeksekusi atau menendang kepala mereka, padahal mereka adalah para yahudi yang berkhianat. Para fuqaha berbeda pendapat tentang orang kafir yang menyerupai kaum muslimin, apakah ia diperlakukan seperti kaum muslimin? Maka barangsiapa yang mendapati dirinya menikmati membunuh dengan menggorok kepala lalu kemudian difoto, maka hendaknya dia menyadari bahwa ia telah bertentangan dengan naluri dan kondisi psikisnya bermasalah. Lalu apalagi jika perlakuan semacam ini dilakukan terhadap kaum muslimin?!
  12. Sikap lemah lembut saya terhadap sebagian pemuda jamaah-jamaah ini ketika saya berbicara tentangnya, tidak lain adalah untuk menjadikan mereka condong kepada hidayah irsyad dan kebenaran, karena mereka ini berbeda, dan saya tahu ada beberapa diantara mereka yang merasa berkesan dan dengan karunia Allah ia meninggalkan jamaah ini. Kelemah lembutan perkataan ku bukan berarti tidak mengerti akan kejahatan yang telah dilakukan oleh sebagian orang dari jamaah-jamaah ini, dan bukan pula karena tidak mengerti akan penyelewengan dan rusaknya para pimpinan dan staf keamanan jamaah tersebut. Dan saya telah menjelaskan hal ini didalam makalah yang telah saya tulis berjudul “المحرقة” sehingga jangan sekali-kali mengira bahwa saya telah berlemah lembut terhadap orang-orang yang menyembelih kaum muslimin dan berlebihan terhadap takfir. Akan tetapi mereka ini adalah orang-orang yang berdosa dan saya berlepas diri kepada Allah dari perbuatan mereka dan kelakuan kriminal mereka terhadap jihad ini.
  13. Banyak terjadi kebusukan di medan perang Syam. Dalam memerangi para ekstrimis, terdapat kerjasama yang dilakukan dengan pihak antek barat yang hobinya pidato dari kalangan majelis-majelis kepemimpinan (majlis qiyadah). Jadi ghuluw ini bukan hanya satu-satunya permasalahan yang ada, akan tetapi ada masalah campur tangan dari pemerintahan arab dan internasional dalam revolusi Syam dan ada sejumlah kelompok yang menerimanya dengan tangan terbuka, serta ada sikap yang pengecut dalam memerangi musuh dari orang kafir, belum lagi ditambah dengan tumpukan masalah ekstrimis ini, yang perang terhadapnya (terkadang – red.) hanya dilakukan demi mendapat pengakuan dari para thaghut, ini semua dapat berubah menjadi ancaman yang merugikan revolusi Syam. Seorang muslim tidak boleh berperang di bawah naungan panji-panji semacam itu tadi, namun bukan berarti tidak ada panji yang bersih di medan perang Syam.
  14. Kami tidak menyebutkan nama-nama faksi (kelompok) disini, menunjukkan bahwa kami hanya berwala’ dan berlepas diri berdasarkan perbuatan saja sebagaimana yang telah kami jelaskan, bukan karena nama-nama kelompok.
  15. Dan hendaknya para penduduk Syam, kaum muslimin dan seluruh dunia mendengar : Bahwa menghukumi murtad seseorang tanpa adanya bukti, membunuh orang tersebut, dan memenggal kepalanya adalah sebuah kejahatan yang tidak dapat diremehkan dan dibiarkan begitu saja, sedangkan Islam sama sekali menyangkal perbuatan tersebut. Maka barangsiapa yang melakukan hal ini, ia bukanlah saudara semanhaj! Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sesat. Dan kita berlepas diri dari kesesatan mereka. Kaum muslimin yang awam dan membuka diri dengan kami lebih kami cintai dari pada mereka, terlepas dari itu, di dalam banyak jamaah-jamaah semacam ini, orang-orang yang baik dan buruk bercampur, sehingga didalam jamaah tersebut terdapat perbuatan yang baik dan yang buruk. Akan tetapi kami hanya melihat akan kesucian perang itu beserta segala pernak-perniknya yang banyak mengandung kejelekan yang telah disebutkan, maka tidak ada yang dapat kita lakukan ditempat ini kecuali membebaskan diri dari kebatilan perbuatan tersebut sebagaimana syari’ah telah menyangkal apa yang dilakukan oleh para pelakunya, dan memperingatkan para pelakunya bahwa perbuatan mereka itu termasuk dalam kezhaliman, kejahatan, dan kefanatikan, sebagai bentuk upaya pencegahan dari orang tersebut dan apa yang telah ia tetapkan.
Kita memohon pada Allah untuk kebaikan kondisi kaum muslimin
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/dr-iyadh-qunaibi-membebaskan-islam-dari-kejahatan-yang-terjadi-di-bumi-syam.html#sthash.y418Xaqy.dpuf

Saturday, 11 July 2015

Pelarian Syria lepasi angka 4 juta


REUTERS - GAMBAR pemandangan sebuah kem pelarian Syria di Salqin, dekat sempadan Syria dan Turki pada 26 Jun lalu.


GENEVA – Lebih empat juta rakyat Syria melarikan diri daripada perang saudara yang memporak-perandakan negara mereka untuk menjadi pelarian di rantau berdekatan, kata Agensi Pelarian Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (UNHCR) semalam.
“Ini merupakan populasi pelarian terbesar melibatkan konflik tunggal sepanjang satu generasi,” kata ketua UNHCR, Antonio Guterres.
Tambahnya, pelarian memerlukan sokongan dunia tetapi mereka sebaliknya tinggal dalam kea­daan serba daif dan pada kedana.
Agensi pelarian PBB ber­kenaan berkata, peningkatan mendadak ketibaan pelarian di Turki telah melonjakkan bila­ngan pelarian Syria di negara-negara jirannya kepada lebih 4,013,000 orang.
Pada penghujung Ogos 2014, bilangan pelarian Syria yang berdaftar berjumlah tiga juta orang, kata UNHCR sambil menambah, bilangan mereka dijangka meningkat kepada 4.27 juta menjelang hujung tahun ini.
Bilangan pelarian Syria pada masa ini adalah yang terbesar pernah ditangani UNHCR dalam satu konflik sejak hampir 25 tahun lalu selepas agensi itu membantu kira-kira 4.6 juta pelarian Afghanistan pada 1992.
Lebih 230,000 orang terbunuh di Syria sejak bantahan anti-Presiden Bashar al-Assad tercetus pada Mac 2011 yang kemudian bertukar menjadi perang saudara berbilang penjuru.
Selain jutaan pelarian yang meninggalkan Syria, sejumlah 7.6 juta warganya turut menjadi pelarian dalam negara sendiri.
Dalam perkembangan sama, UNHCR menyatakan, badan itu memerlukan dana berjumlah AS$5.5 bilion (RM20.3 bilion) pada tahun ini bagi membantu pelarian Syria tetapi memberi amaran pihaknya menerima kurang 25 peratus daripada jumlah tersebut. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0710&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_02.htm#ixzz3fWuKEPIT 
Hakcipta terpelihara 

Friday, 10 July 2015

Sudah lebih 4 juta pelarian Syria

Sudah lebih 4 juta pelarian Syria
Pelarian Syria kini mencecah lebih empat juta orang sejak krisis berdarah tercetus di negara itu pada 2011
10 Julai 2015
NEW YORK - AMERIKA SYARIKAT. Jumlah pelarian Syria yang melarikan diri dari konflik di negara itu sejak perang saudara tercetus pada 2011 telah meningkat kepada lebih empat juta orang.

Pesuruhjaya Tinggi PBB bagi Pelarian (UNHCR), Antonio Guterres memberitahu krisis pelarian itu adalah yang terbesar dalam tempoh 25 tahun.

"Populasi pelarian ini memerlukan sokongan daripada masyarakat antarabangsa berikutan kebanyakan daripada mereka hidup dalam keadaan serba daif," katanya.

Difahamkan, angka tertersebut adalah rekod terbaharu  menunjukkan kebanjiran pelarian Syria dalam tempoh 10 bulan.  - Press TV

Pelarian Syria lepasi angka 4 juta


REUTERS - GAMBAR pemandangan sebuah kem pelarian Syria di Salqin, dekat sempadan Syria dan Turki pada 26 Jun lalu.


GENEVA – Lebih empat juta rakyat Syria melarikan diri daripada perang saudara yang memporak-perandakan negara mereka untuk menjadi pelarian di rantau berdekatan, kata Agensi Pelarian Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (UNHCR) semalam.
“Ini merupakan populasi pelarian terbesar melibatkan konflik tunggal sepanjang satu generasi,” kata ketua UNHCR, Antonio Guterres.
Tambahnya, pelarian memerlukan sokongan dunia tetapi mereka sebaliknya tinggal dalam kea­daan serba daif dan pada kedana.
Agensi pelarian PBB ber­kenaan berkata, peningkatan mendadak ketibaan pelarian di Turki telah melonjakkan bila­ngan pelarian Syria di negara-negara jirannya kepada lebih 4,013,000 orang.
Pada penghujung Ogos 2014, bilangan pelarian Syria yang berdaftar berjumlah tiga juta orang, kata UNHCR sambil menambah, bilangan mereka dijangka meningkat kepada 4.27 juta menjelang hujung tahun ini.
Bilangan pelarian Syria pada masa ini adalah yang terbesar pernah ditangani UNHCR dalam satu konflik sejak hampir 25 tahun lalu selepas agensi itu membantu kira-kira 4.6 juta pelarian Afghanistan pada 1992.
Lebih 230,000 orang terbunuh di Syria sejak bantahan anti-Presiden Bashar al-Assad tercetus pada Mac 2011 yang kemudian bertukar menjadi perang saudara berbilang penjuru.
Selain jutaan pelarian yang meninggalkan Syria, sejumlah 7.6 juta warganya turut menjadi pelarian dalam negara sendiri.
Dalam perkembangan sama, UNHCR menyatakan, badan itu memerlukan dana berjumlah AS$5.5 bilion (RM20.3 bilion) pada tahun ini bagi membantu pelarian Syria tetapi memberi amaran pihaknya menerima kurang 25 peratus daripada jumlah tersebut. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0710&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_02.htm#ixzz3fR4sdE1r 
Hakcipta terpelihara 

Anggota IS kena racun?


45 orang meninggal dunia selepas berbuka puasa
10 Julai 2015 12:22 AM


BAGHDAD 9 Julai - Sekurang-kurangnya 45 anggota kumpulan militan negara Islam (IS) meninggal dunia akibat keracunan makanan selepas berbuka puasa dengan juadah yang mengandungi racun.
Akhbar Britain, Daily Mail me­laporkan, dalam kejadian kelmarin, sebanyak 145 orang anggota IS berbuka puasa bersama di Mosul, utara Iraq, namun 45 daripadanya meninggal dunia, sementara 100 lagi jatuh sakit.
Menurut seorang jurucakap Parti Demokratik Kurdis, pihaknya tidak dapat mengesahkan kejadian itu sengaja terancang atau sebaliknya.
Jelas akhbar itu lagi, ini bukan kali pertama kes keracunan makanan mengorbankan sejumlah anggota kumpulan IS.
Beberapa kes lain juga pernah dilaporkan sebelum ini.
Dalam satu kes lain pada November tahun lalu, Daily Mail memetik sumber media tempatan yang menyatakan anggota kumpulan penentang Syria berjaya menyusup masuk ke sebuah kem IS dengan menyamar sebagai tukang masak dan meracuni makanan yang mahu dihidangkan kepada anggota militan berkenaan.
Laporan akhbar Britain tersebut ketika itu, turut disertakan gambar sekumpulan anggota militan IS duduk di depan makanan seperti ikan goreng, salad hijau selain daripada minuman berkarbonat seperti Coke dan Pepsi.
Bagaimanapun, kesahihan gambar tersebut tidak dapat dipastikan.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/anggota-is-kena-racun-1.112391#sthash.k61GGICm.dpuf

Wednesday, 8 July 2015

Tentera Iraq cuba kuasai Fallujah

Tentera Iraq cuba kuasai Fallujah

7 Julai 2015
BAGHDAD - IRAQ. Pejuang Syiah Iraq dan pasukan keselamatan mara ke utara Fallujah kelmarin, namun usaha mereka untuk mengusir kumpulan militan IS dari bandar itu mendapat tentangan hebat termasuk serangan pengebom berani mati.
Difahamkan, kerajaan Perdana Menteri Haider al-Abadi, kini sedang cuba untuk menawan semula wilayah barat Anbar selepas kumpulan itu merampas bandar Ramadi Mei lalu.
Menurut Reuters, serangan dilancarkan itu diketuai pejuang dari Kata’ib Hezbollah, iaitu sebahagian daripada pejuang Syiah Hashd Shaabi, menentang IS.
Jurucakap kumpulan terbabit, Jaafar Hussaini berkata, kumpulannya berjaya memotong talian bekalan ke wilayah dikuasai IS di utara bandar.
"Kemaraan hari ini (kelmarin) adalah satu pencapaian penting untuk mengusir pengganas di bandar berkenaan. Kejayaan ini juga akan menentukan bagaimana dan bila operasi pembebasan Fallujah bermula," katanya. 

Orang awam lari tentera kerajaan serang Palmyra

RABU, 8 JULAI 2015 @ 1:20 AM


BEIRUT: Berpuluh keluarga melarikan diri dari bandar dikawal militan Kumpulan Negara Islam (IS) di Palmyra semalam selepas serangan udara tentera kerajaan mengorbankan lima orang awam, kata Pemerhati Syria bagi Hak Asasi Manusia (SOHR).

Ketuanya, Rami Abdel Rahman berkata dalam tempoh 48 jam lalu, lebih 90 serangan udara dilancarkan ke atas kawasan penduduk di bandar itu.

"Serangan itu paling sengit sejak Palmyra diambil alih IS 21 Mei lalu. Berpuluh keluarga melarikan diri dari bandar itu dan menuju ke Raqqa, Deir Ezzor dan kawasan lain di bawah kawalan IS di kawasan padang pasir Syria," katanya menambah sekurang-kurangnya lima terkorban dalam serangan itu.

Seorang aktivis Syria berasal dari Palmyra mengesahkan "serangan udara diperhebat ke atas kawasan kediaman dengan lebih 60 serbuan dalam tempoh 24 jam."


Aktivis dikenali sebagai nama samaran Mohammed Hassan al-Homsi berkata agak sukar buat orang awam meninggalkan bandar itu kerana Palmyra terletak di tengah-tengah padang pasir.

Raqqa, terletak di utara Syria yang menjadi ibu kota tawanan IS, adalah bandar terdekat dan ia mengambil masa empat jam perjalanan menaiki kereta.

"Apabila berlaku serangan, orang ramai melarikan diri ke padang pasir, walaupun mereka sedang berpuasa dan cuaca panas terik," katanya. - AFP

Tuesday, 7 July 2015

Iraq tak sengaja gugurkan bom, 12 terkorban


PEMUDA Iraq melihat keadaan rumahnya yang musnah dibedil dengan tidak sengaja oleh jet pejuang Iraq, di daerah Nairiyah, Baghdad, semalam. - Foto EPA
Ketika kejadian, pesawat penggempur jenis Sukhoi buatan Russia yang digunakan Iraq untuk memerangi Kumpulan Militan Negara Islam (IS), dikatakan dalam perjalanan pulang ke pangkalan udara.
Jurucakap tentera, Brig Jen Saad Maan Ibrahim, memberitahu The Associated Press, bom gugur dengan tidak sengaja akibat masalah teknikal, sekali gus mengenai beberapa rumah di timur ibu kota Iraq dekat dengan kejiranan Baghdad Baru.
Seorang pegawai polis di hospital berdekatan berkata, tiga kanak-kanak dan dua wanita adalah antara 12 yang terbunuh dengan sekurang-kurangnya 25 lain cedera.
Iraq berdepan krisis terburuk sejak pengunduran tentera Amerika Syarikat (AS) pada tahun 2011. Sementara itu, IS menguasai sebahagian besar wilayah utara dan barat negara itu tahun lalu apabila pemberontak berjaya menawan bandar kedua terbesar Iraq, Mosul dan kebanyakan kawasan di wilayah barat Anbar. - AP

Monday, 6 July 2015

Serangan udara AS ragut 22 nyawa di bandar Raqa

Serangan udara AS ragut 22 nyawa di bandar Raqa
Asap tebal menyelubungi sebuah kawasan penempatan di Raqa selepas AS melancarkan serangan udara ke atas kedudukan IS di bandar itu.
6 Julai 2015
DAMSYIK - SYRIA. Enam orang awam termasuk seorang bayi adalah antara sekurang-kurangnya 22 yang terbunuh dalam serangan udara terbaharu Amerika Syarikat (AS) yang ditujukan kepada kumpulan militan IS di bandar Raqa.

Menurut kumpulan pemerhati asasi manusia di Syria, serangan udara itu dilancarkan sejak semalam dan kelmarin.

"Sebahagian besar yang terbunuh dalam serangan itu adalah pejuang IS," katanya.

Sementara itu, jurucakap tentera AS, Leftenan Kolonel Thomas Gilleran berkata, serangan udara besar-besaran ini bagi mematahkan cubaan IS untuk menggerakkan tentera dari seluruh Syria ke Iraq.

IS muncul di Syria pada 2013 dan kini menguasai hampir separuh wilayah negara itu, walaupun majoriti kawasan dikuasainya adalah gurun tidak berpenghuni, lapor al-Jazeera.

Dah jadi isteri anggota IS

London: Dua daripada tiga remaja Britain yang melarikan diri ke Syria sudah berkahwin dengan anggota kumpulan Negara Islam.
Menurut Guardian, Kadiza Sultana, 16, dan Shamima Begum serta Amira Abase yang berusia 15 tahun yang meninggalkan rumah mereka Februari lalu, terbang ke Instanbul, Turki, sebelum menyeberang masuk ke Syria.
Dua daripada remaja itu menghubungi keluarga memberitahu mereka sudah berkahwin dalam majlis yang disediakan IS serta tinggal di Raqqa, Syria, iaitu kubu kuat kumpulan berkenaan tetapi akhbar itu tidak menyatakan nama mereka atas permintaan keluarga.
Peguam Tasnime Akunjee yang mewakili keluarga terbabit berkata, berita itu menyebabkan ketegangan kepada keluarga mangsa kerana memusnahkan harapan tiga remaja itu akan pulang.
Guardian melaporkan, dua remaja perempuan itu diberi katalog gambar lelaki untuk dipilih sebagai suami yang berusia 20-an.
Ketiga-tiga remaja itu belajar di sekolah yang sama iaitu Bethnal Green Academy di timur London dan dipercayai terpengaruh dengan rakan sekolah yang sudah ke Syria sebelum itu.
Empat lagi remaja perempuan dari sekolah itu sudah menerima arahan mahkamah tidak membenarkan mereka ke luar negara.
Scotland Yard percaya kira-kira 600 rakyat Britain sudah ke Syria dan Iraq kerana terpengaruh dengan IS tetapi separuh daripadanya sudah kembali. - AFP
Artikel ini disiarkan pada : Ahad, 5 Julai 2015 @ 6:11 PM

- See more at: http://www.hmetro.com.my/node/62257#sthash.vpkj0mhm.dpuf

Bom di masjid ketika berbuka, 25 maut


SEORANG lelaki melihat kerosakan sebuah bangunan selepas tentera yang setia kepada Bashar menjatuhkan bom barel di Tafas, bandar Daraa, Syria kelmarin. - REUTERS


BEIRUT – Seramai 25 anggota sekutu Al-Qaeda di Syria termasuk seorang ketuanya terbunuh dalam satu letupan di sebuah masjid di utara Syria, kata kumpulan pemerhati semalam.
Pengarah Pemerhati bagi Hak Asasi Manusia Syria, Rami Abdel Rahman memberitahu, jumlah kematian itu berkemungkinan meningkat berikutan kecederaan melibatkan berpuluh-puluh orang yang berada di tempat kejadian ketika berbuka di bandar Ariha di wilayah Idlib.
“Sebanyak 25 anggota Al-Nusra Front termasuk ketua kumpulan pemberontak itu terbunuh dalam letupan yang berlaku di masjid Salem di bandar Ariha,” ujar kenyataan kumpulan pemerhati yang berpangkalan di Britain tersebut.
Kumpulan aktivis, Suruhanjaya Umum Revolusi Syria menyatakan, ratusan orang menghadiri majlis berbuka puasa bersama Al-Nusra Front di masjid itu sebelum letupan berlaku ketika mereka bersiap sedia untuk menunaikan solat.
“Orang awam turut terbunuh dalam letupan pada bulan suci Ramadan itu,” kata jurucakap kumpulan berkenaan tanpa memberikan sebarang maklumat lanjut.
Kebanyakan wilayah Idlib kini di bawah kawalan pemberontak, selepas Al-Nusra Front mengusir tentera rejim kerajaan Presiden Bashar Al-Assad dari benteng-benteng terakhir mereka.
Sehingga kini, lebih 230,000 orang terbunuh di Syria selepas protes antikerajaan meletus pada tahun 2011 sehingga mencetuskan perang saudara antara pasukan prokerajaan, pemberontak dan kumpulan Islamic State. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0705&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm#ixzz3f4CClqGX 
Hakcipta terpelihara 

Klip video IS bunuh puluhan tentera Syria tersebar


IMEJ rakaman video menunjukkan anggota militan Islamic State membunuh 25 tentera kerajaan Syria selepas kumpulan itu menawan kota Palmyra pada 21 Mei lalu. - AFP


DAMSYIK – Kumpulan militan Islamic State (IS) kelmarin menyebarkan sebuah klip video memaparkan berpuluh-puluh tentera kerajaan Syria dihukum mati oleh sekumpulan remaja di panggung terbuka purba di kota Palmyra.
Klip Video tersebut merakamkan pembunuhan yang dilaporkan berlaku tidak lama selepas IS menawan Palmyra pada 21 Mei lalu. Rakaman itu memaparkan 25 anggota tentera Syria ditembak mati di hadapan bendera IS.
Pelaksana hukuman mati itu rata-ratanya terdiri daripada kanak-kanak dan remaja yang memakai bandana berwarna coklat.
Hukuman mati itu dilaksanakan di hadapan sejumlah kecil penonton lelaki serta beberapa kanak-kanak yang berada di tempat duduk panggung berkenaan.
IS dilaporkan melaksanakan lebih 200 hukuman mati termasuk ke atas penduduk awam di dalam dan sekitar Palmyra sejak menawan kota purba tersebut.
Hukuman mati di panggung terbuka Palmyra pertama kali dilaporkan Kumpulan Pemerhati Syria Untuk Hak Asasi Manusia yang berpangkalan di Britain pada 27 Mei lalu, hampir seminggu selepas IS menawan kota tersebut.
Ketika itu, Pengarah Antikuiti Syria, Mamoun Abdelkarim menyatakan beliau bimbang pembunuhan tersebut menandakan bermulanya kekejaman IS di Palmyra.
Setakat ini, belum ada laporan IS merosakkan tinggalan purba di Palmyra tetapi kumpulan itu telah meletupkan dan merosakkan beberapa kubur orang Islam dan memusnahkan patung purba di hadapan sebuah muzium di kota itu. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0706&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_03.htm#ixzz3f4BrA2UR 
Hakcipta terpelihara 

IS siar video 25 askar ditembak mati


rakaman video yang dikeluarkan oleh kumpulan militan IS memaparkan

Rakaman video yang dikeluarkan oleh kumpulan militan IS memaparkan sekumpukan askar Syria menjalani hukuman tembak di gelanggang teater di bandar purba Palmyra sambil disaksikan sekumpulan penduduk pada 25 Mei lalu. AGENSI
BEIRUT 5 Julai – Kumpulan militan Negara Islam (IS) semalam me­nyiarkan satu rakaman video yang memaparkan puluhan tentera kerajaan Syria ditembak mati oleh sekumpulan remaja di gelanggang teater di bandar purba Palmyra.
Rakaman video itu yang dilaporkan berlaku sejurus kumpulan tersebut menawan bandar purba itu pada 21 Mei lalu itu menunjukkan seramai 25 orang askar ditembak mati di atas pentas di hadapan bendera kumpulan militan itu.
Video itu dimuat naik di laman sosial Twitter, menunjukkan hukuman tersebut berlaku sejurus kumpulan militan berkenaan menawan Palmyra.
Ia merakamkan beberapa anggota tentera berpakaian seragam berwarna hijau dan coklat ditembak mati di atas pentas teater di hadapan bendera kumpulan IS berwarna hitam dan putih.
Petugas yang ditugaskan untuk melaksanakan pembunuhan itu kelihatan seperti kanak-kanak atau remaja yang memakai pakai­an penyamaran padang pasir.
Hukuman itu dilaksanakan di hadapan sekumpulan penonton terdiri daripada lelaki dewasa dan kanak-kanak yang menonton dari tempat duduk di gelanggang te­ater berkenaan.
IS dilaporkan melakukan lebih 200 hukuman bunuh termasuk ke atas orang awam di dalam dan di sekitar Palmyra dalam tempoh selepas militan itu menawan bandar berkenaan. – AFP/Agensi
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/is-siar-video-25-askar-ditembak-mati-1.110945#sthash.XoMFShao.dpuf

Sunday, 5 July 2015

AS ketuai siri serangan terbesar di kubu IS Syria

TENTERA bersekutu yang diketuai Amerika Syarikat (AS) berkata pihaknya menjalankan 16 siri serangan udara ke atas kubu kuat kumpulan Negara Islam (IS) di Raqa, Syria. - Foto AFP

WASHINGTON: Tentera bersekutu yang diketuai Amerika Syarikat (AS) berkata pihaknya menjalankan 16 siri serangan udara ke atas kubu kuat kumpulan Negara Islam (IS) di Raqa, Syria.
"Kali ini adalah serangan paling besar pernah diadakan di Syria dan ia mampu menyekat kemaraan Daesh (IS) untuk bergerak keluar dari Raqa," kata jurucakap tentera, Lt Kol Thomas Gilleran. - AFP

22 terbunuh serangan udara AS di kubu kuat IS Syria


IMEJ yang diambil daripada video menunjukkan kira-kira 25 tentera Syria melutut di depan bendera besar IS di bandar Palmyra di tengah Syria. - Foto AFP
Majoriti yang terbunuh dalam serangan terhadap bandar Raqa adalah pejuang IS, kata kumpulan pemerhati hak asasi manusia di Syria. Berpuluh-puluh orang awam turut cedera dalam serangan itu.
AS yang menerajui tentera bersekutu dan mula membuat serangan udara terhadap IS sejak September lalu, berkata ia telah membuat serangan besar-besaran terhadap Raqa, ibu negara bagi IS di Syria.
Serangan udara ini besar-besaran ini bagi mematahkan cubaan IS untuk menggerakkan tentera dari seluruh Syria ke Iraq, kata jurucakap tentera AS, Leftenan Kolonel Thomas Gilleran.
"Ini adalah antara serangan terbesar yang kami lakukan terhadap Syria dan ia kami sasarkan memberi kesan kepada keupayaan IS untuk bergerak dari Raqa.
"Tentera sekutu memusnahkan beberapa sasaran di seluruh Raqa, dengan memusnahkan struktur IS dan laluan transit mereka," kata Gilleran dalam satu kenyataan.
Kumpulan IS muncul di Syria pada 2013 dan kini menguasai hampir separuh wilayah negara itu, walaupun majoriti kawasan dikuasainya adalah gurun tidak berpenghuni. - AFP

25 Anggota Al-Qaeda, Al-Nusra Terbunuh


Diterbitkan: Sabtu, 4 Julai 2015 7:23 PM
Serangan di masjid yang mengorbankan anggota al-Qaeda dan al-Nusra.

SEKURANG-kurangnya 25 anggota al-Qaeda di Syria dan Barisan al-Nusra, termasuk seorang pemimpinnya terbunuh dalam letupan di sebuah masjid di barat wilayah Idlib.
Badan Pemantau Hak Asasi Kemanusiaan Syria yang berpangkalan di United Kingdom (UK) berkata, berpuluh-puluh lagi mengalami kecederaan akibat letupan di kota Ariha itu.
Kejadian itu berlaku ketika orang ramai berkumpul di kawasan masjid untuk berbuka puasa, bagaimanapun setakat ini punca letupan masih belum diketahui.
Menurut badan pemantau itu, seorang anggota kanan kumpulan al-Nusra yang identitinya tidak dikenali dilaporkan terkorban dalam letupan yang berlaku di masjid Salem.
Ariha adalah antara kubu terakhir kerajaan di Idlib apabila ia dikepung kumpulan pemberontak pada Mei lalu.
Sebuah pakatan Islam, Jaish al-Fateh mengambil alih bandar tersebut selepas melakukan serangan.
Kumpulan pemberontak itu sebelum ini berjaya menawan beberapa bandar di wilayah tersebut termasuk Idlib dan Jisr al-Shughour.
Kejatuhan Ariha menyebabkan sebahagian besar wilayah Idlib yang berhampiran sempadan Turki berada di bawah kawalan pemberontak.
Lebih 230,000 orang dipercayai terbunuh di Syria sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad pada Mac 2011.
Daripada 11.5 juta penduduk, lebih separuh penduduk negara itu telah melarikan diri.

Solat berdarah


Beirut: Satu letupan di sebuah masjid di utara Syria membunuh 25 anggota kumpulan sekutu al-Qaeda semalam, termasuk seorang pemimpin mereka.

Kejadian berlaku ketika mereka menunaikan solat Maghrib selepas berbuka puasa.

Pengarah kumpulan pemerhati untuk hak asasi manusia Syria Rami Abdel Rahman berkata, jumlah kematian mungkin meningkat berikutan puluhan orang awam cedera dalam kejadian di bandar Ariha itu.

“Dua puluh lima anggota Barisan Al-Nusra, termasuk seorang pemimpin mereka mati dalam letupan di masjid di Ariha di wilayah Idlib, semalam,” kata Rami yang berpejabat di London.

Setakat ini tidak dapat dipastikan punca letupan.

Kumpulan aktivis Suruhanjaya Am Revolusi Syria berkata, ratusan orang awam berkumpul untuk majlis berbuka puasa bersama Barisan Al Nusra di Masjid Salem di barat Ariha apabila letupan itu berlaku ketika solat Maghrib.

Sebahagian besar wilayah Idlib dikuasai penentang selepas kumpulan itu mengusir tentera kerajaan dari kubu kuat terakhir mereka.

Lebih 230,000 orang terbunuh di Syria sejak tunjuk perasaan aman antikerajaan pada 2011 merebak menjadi perang saudara.

Dalam perkembangan lain, tentera Syria dan sukutu militianya melancarkan serangan besar-besaran terhadap Zabadani, sebuah lagi bandar yang dikuasai penentang.

Stesen televisyen Hizbullah, kumpulan Syiah Lubnan yang bersekutu dengan tentera rejim Bashar al-Assad melaporkan, serangan membabitkan pesawat dan meriam bertujuan menawan semula bandar di barat laut Damsyik itu.

Pengumuman mengenai serangan besar-
besaran oleh tentera Syria dan kumpulan Lubnan itu sudah dijangka selepas tentera Syria meningkatkan serangan udara terhadap kedudukan penentang di kawasan yang bersempadan dengan Lubnan itu sejak beberapa hari lalu.

Bagaimanapun, laporan dari Zabadani menyatakan, penentang sudah bersiap sedia menghadapi pertempuran itu.

Artikel ini disiarkan pada : Ahad, 5 Julai 2015 @ 5:14 AM

- See more at: http://www.hmetro.com.my/node/62177#sthash.8Wzmf7uu.dpuf

Bom di masjid ketika berbuka, 25 maut


SEORANG lelaki melihat kerosakan sebuah bangunan selepas tentera yang setia kepada Bashar menjatuhkan bom barel di Tafas, bandar Daraa, Syria kelmarin. - REUTERS


BEIRUT – Seramai 25 anggota sekutu Al-Qaeda di Syria termasuk seorang ketuanya terbunuh dalam satu letupan di sebuah masjid di utara Syria, kata kumpulan pemerhati semalam.
Pengarah Pemerhati bagi Hak Asasi Manusia Syria, Rami Abdel Rahman memberitahu, jumlah kematian itu berkemungkinan meningkat berikutan kecederaan melibatkan berpuluh-puluh orang yang berada di tempat kejadian ketika berbuka di bandar Ariha di wilayah Idlib.
“Sebanyak 25 anggota Al-Nusra Front termasuk ketua kumpulan pemberontak itu terbunuh dalam letupan yang berlaku di masjid Salem di bandar Ariha,” ujar kenyataan kumpulan pemerhati yang berpangkalan di Britain tersebut.
Kumpulan aktivis, Suruhanjaya Umum Revolusi Syria menyatakan, ratusan orang menghadiri majlis berbuka puasa bersama Al-Nusra Front di masjid itu sebelum letupan berlaku ketika mereka bersiap sedia untuk menunaikan solat.
“Orang awam turut terbunuh dalam letupan pada bulan suci Ramadan itu,” kata jurucakap kumpulan berkenaan tanpa memberikan sebarang maklumat lanjut.
Kebanyakan wilayah Idlib kini di bawah kawalan pemberontak, selepas Al-Nusra Front mengusir tentera rejim kerajaan Presiden Bashar Al-Assad dari benteng-benteng terakhir mereka.
Sehingga kini, lebih 230,000 orang terbunuh di Syria selepas protes antikerajaan meletus pada tahun 2011 sehingga mencetuskan perang saudara antara pasukan prokerajaan, pemberontak dan kumpulan Islamic State. – AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0705&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm#ixzz3eyJQyvgW 
Hakcipta terpelihara 

Saturday, 4 July 2015

Letupan di masjid Syria bunuh 25 pejuang Al-Nusra



BEIRUT: Satu letupan di sebuah masjid di utara Syria membunuh 25 anggota Al-Qaeda Syria, termasuk seorang pemimpinnya, ketika mereka menunaikan solat Maghrib, menurut kumpulan pemantau.
Pengarah Pemantau Syria bagi Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman, berkata angka korban mungkin meningkat apabila puluhan orang awam turut cedera dalam letupan selepas mereka berbuka puasa di masjid di bandar Ariha itu.
"Seramai 25 anggota Al-Nusra, termasuk seorang pemimpin kumpulan, mati dalam letupan di sebuah masjid di bandar Ariha dalam wilayah Idlib," menurut kumpulan pemantau yang berpangkalan di Britain itu.
Tidak dapat dipastikan segera apakah yang menyebabkan letupan itu. - AFP

Friday, 3 July 2015

Pemimpin kanan IS maut dalam serangan udara di Syria - Pentagon

JUMAAT, 3 JULAI 2015 @ 10:26 AM

WASHINGTON: Seorang pemimpin kanan IS yang mengatur serangan nekad dan mendapatkan dana serta merekrut pejuang, terbunuh dalam serangan udara negara pakatan di Syria, menurut Pentagon. Jurucakap Pentagon, Kapten Jeff Davis, berkata Tariq Tahar al-Awni al-Harzi, 33, terbunuh di bandar Shaddadi di utara Syria pada 16 Jun lalu. Saudara beliau, Ali, individu yang terbabit dalam serangan di Benghazi pada 2012, terbunuh dalam serangan udara di Iraq sehari sebelum itu. Washington menawarkan wang tunai AS$3 juta ke atas Harzi, seorang warga Tunisia, dan menyifatkan beliau sebagai 'raja pengebom nekad'. Menurut Pentagon, kematian Harzi menjejaskan keupayaan kumpulan IS. "Kematian beliau akan memberi kesan kepada keupayaan IS membawa pengganas asing dalam pertempuran di Syria dan Iraq serta menggerakkan anggota dan senjata merentas sempadan Syria dan Iraq," katanya. - AFP

Selanjutnya di : http://www.bharian.com.my/node/65352