Wednesday, 18 March 2015

Kurdis siasat dakwaan serangan senjata kimia IS

SEORANG pejuang Peshmerga meletakkan bendera Kurdis sebagai tanda menolak penguasaan wilayah IS, 20 kilometer barat daya Kirkuk. - Foto ihsan Getty Images

IRBIL, Iraq: Pegawai Kurdis di Iraq sedang menyiasat kemungkinan dua lagi serangan senjata kimia oleh kumpulan IS ketika pihak berkuasa Iraq menangguh serangan bagi menawan semula bandar kelahiran Saddam Hussein, Tikrit.
Dakwaan mengenai dua serangan senjata kimia itu kelihatan sama seperti yang didakwa oleh pegawai Kurdis bahawa makmal bebas mengesahkan militan IS menggunakan gas klorin dalam serangan nekad terhadap pasukan Peshmerga pada 21 Januari lalu.
Bagaimanapun, dakwaan mereka itu tidak disahkan badan antarabangsa.
Sebelum ini, pegawai Iraq dan Kurdis yang bertempur di Syria membuat dakwaan sama bahawa militan IS menggunakan senjata kimia gred rendah terhadap mereka.
IS yang menguasai satu per tiga Syria dan Iraq, belum mengulas mengenai dakwaan itu. - AP

Syria tunggu 
tindakan Washington

Bashar al-Assad
Bashar al-Assad

DAMSYIK 17 Mac – Presiden Syria, Bashar al-Assad berkata, beliau menunggu tindakan yang bakal diambil oleh Washington selepas Setiausaha Negara Amerika Syarikat (AS), John Kerry me­ngaku bahawa run­dingan dengan Damsyik sangat perlu bagi menamatkan konflik di negara ini.
Bagaimanapun, kenyataan oleh diplomat tertinggi AS itu segera diulas oleh jurucakapnya yang menegaskan bahawa dasar AS tidak ber­ubah dan Bashar tidak memainkan peranan dalam menentukan masa depan Syria.
Bagaimanapun di Damsyik, kenyataan Kerry itu diputar-belit oleh media sebagai satu dasar terbalik, dan Bashar berkata, beliau masih menunggu sama ada kenyataan Amerika itu akan di­susuli de­ngan tindakan.
“Kami masih mengikuti ko­men-komen yang dikeluarkan dan kami perlu menunggu tin­dakan daripada AS sebelum membuat keputusan,’’ kata pe­mimpin Syria itu kepada televisyen Iran yang disiarkan oleh media negara berkenaan.
Bashar sering me­nuduh Washington ‘me­nyokong keganasan’ ke­rana tindakan mereka menyokong pembangkang kerajaan, dan beliau semalam menegaskan ba­hawa sebarang perubahan pada dasar itu diperlukan bagi menamatkan konflik tersebut.
“Kami tidak mempunyai pilih­an selain mempertahankan negara kami.
“Sebarang perubahan antarabangsa yang berlaku mengikut rangka kerja itu adalah satu perkara yang positif, jika mereka jujur dan membantu menamatkan konflik,” katanya. - AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/syria-tunggu-8232-tindakan-washington-1.70714#sthash.6mVCv7Xg.dpuf

Tuesday, 17 March 2015

Selama 4 Tahun Krisis, Turki Konsisten Bantu Rakyat Suriah


bulan sabit merah turki

TERHITUNG selama empat tahun, Turki konsisten memberikan bantuan kepada Suriah yang tengah dilanda konflik terhitung sejak 15 Maret 2011.
Melalui lembaga kemanusiannya, Bulan Sabit Merah Turki dikabarkan telah mengirimkan bantuan senilai 905.987.000 lira Turki atau sekitar 344.500.000 USD, demikian seperti dilansir Worldbulletin Sabtu lalu (14/3/2015).
Palang Merah Turki juga telah mendirikan kamp-kamp pengungsian, di provinsi Hatay kemudian diperluas ke Kilis, Gaziantep, Sanliurfa, Osmaniye, Adiyaman, Kahramanmaras, Adana, Malatya dan provinsi Mardin.
Lembaga kemanusian Turki tersebut juga memenuhi segala macam kebutuhan, diantaranya menampung sebanyak 250.000 orang Suriah di 23 kamp yang terpisah. Selain itu, juga memberikan bantuan kemanusiaan dan makanan untuk pengungsi Kurdi Suriah dari Kobani.
Mereka menyediakan makanan dan akomodasi di provinsi Suruc, yang disediakan sebanyak tiga kali sehari dan disajikan empat juta makanan kepada para pengungsi Suriah di Turki.
Didirikan 146 tahun yang lalu, Bulan Sabit Merah Turki adalah salah satu lembaga kemanusiaan tertua di dunia yang membantu orang-orang di Turki dan dunia dalam krisis atau bencana alam. [ra/islampos]

Serangan ke atas Douma, 26 maut

Penduduk membantu menyelamatkan mangsa yang tertimbus dibawah
Penduduk membantu menyelamatkan mangsa yang tertimbus dibawah runtuhan bangunan akibat serangan jet tentera Syria di bandar Douma, Jumaat lalu. AFP
DOUMA 16 Mac – Sekurang-kurangnya 26 orang terbunuh termasuk tujuh kanak-kanak, manakala lebih 100 orang penduduk lagi cedera dalam serangan udara oleh tentera Syria ke atas bandar Douma berhampiran ibu negara Damsyik, semalam.
Serangan ke atas bandar Douma di timur laut Damsyik berlaku ketika perang saudara di Syria memasuki tahun kelima dan jumlah korban dilaporkan melebihi 215,000 orang.
Badan Pemantau Hak Asasi Syria berkata, jet pejuang kerajaan melancarkan beberapa serangan ke atas Douma dengan jumlah kematian dijangka meningkat ekoran ramai yang mengalami cedera parah.
Douma merupakan kubu kuat penentang kerajaan di Ghouta Timur yang menjadi sasaran pengeboman tentera udara sejak beberapa bulan lalu.
Kawasan itu dikepung tentera kerajaan sejak hampir dua tahun lalu dalam usaha mereka menumpaskan penentang kerajaan di kawasan itu.
Pihak penentang dilapor sering melancarkan serangan peluru berpandu ke Damsyik dari bandar tersebut. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/serangan-ke-atas-douma-26-maut-1.70262#sthash.OMXFtn77.dpuf

Monday, 16 March 2015

Masya Allah, Para Dokter Turki Sumbangkan Gaji untuk Dokter-dokter di Suriah

https://www.islampos.com/masya-allah-para-dokter-turki-sumbangkan-gaji-untuk-dokter-dokter-di-suriah-170079/

Yeryüzü Doktorları Suriye'ye yardım gönderiyor
SEJUMLAH dokter Turki yang terkumpul dalam Ikatan Dokter Istanbul menyatakan bahwa mereka menyumbangkan gaji mereka kepada para dokter yang ada di Suriah.

Bahkan organisasi ini sudah mengumpulkan 6 juta Liras Turki, atau sekitar $ 2.2 juta sebagai bentuk kepedulian mereka. Demikian dilansir olehworldbulletin.net, Sabtu (14/03/15).
“Pada 14 Maret, bertepatan dengan Hari Dokter Sedunia, kami sudah berkumpul di sini untuk berbagi upah kami dengan dokter Suriah, yang terus bekerja di sana secara sukarela, tanpa imbalan,” ujar Kerem Kinik, ketua Ikatan Dokter Istanbul.
Dalam 4 tahun terakhir, dari jumlah 36 ribu dokter yang ada di Suriah, kini hanya tersisa sekitar 5.000. Selama kurun waktu tersebut, pemerintah Suriah sudah menghabisi sekitar 120.000 orang Sunni.
Para dokter di Turki sendiri sudah menggaungkan kampanye “Suriah Membutuhkan Dokter” dan mempunyai program mengirimkan 1.000 orang dokter ke Suriah selama satu tahun ini.
“Kami ingin mengumpulkan uang ini secepat mungkin dan memberikannya kepada mereka secara langsung dengan pergi ke rumah sakit tempat mereka bekerja,” kata Kinik lagi. Dia menyatakan bahwa sumbangan itu merupakan kesempatan bagi mereka untuk memberi dukungan keuangan dan mengumumkan kepahlawanan para dokter di Suriah kepada dunia. [maya/islampos]

Ratusan Warga Suriah Demo Anti Assad di Washington DC

https://www.islampos.com/ratusan-warga-suriah-demo-anti-assad-di-washington-dc-170097/

dc
RATUSAN warga Suriah anti Assad berkumpul di ibukota AS, Washington DC, Ahad kemarin (15/3/2015) dan bersumpah untuk melawan rezim Assad hingga Suriah dibebaskan, lapor Anadolu Agency.

“Angkat suara Anda untuk membangunkan Obama,” teriak Hamid Imam, aktivis Suriah dari New Jersey, di tengah kerumunan massa  yang berdemo di depan Gedung Putih.
Selain slogan-slogan anti Assad, massa juga memprotes kelompok ISIS yang beroperasi di Suriah dan Irak.
“Daesh dan Assad adalah sama, dan satu-satunya perbedaan adalah nama,” teriak massa.
Konflik Suriah memasuki tahun kelima, dengan lebih dari 220.000 orang tewas dan 3,5 juta pengungsi menurut hitungan PBB terbaru. UNICEF mengatakan kehidupan 14 juta anak-anak telah hancur akibat konflik.
“Kibarkan bendera anda,” teriak Mariam Abou Ghazaleh, seorang penyair Suriah-Amerika, yang merupakan salah satu dari pemimpin demonstran. “Jangan malu untuk mengibarkan bendera, yaitu bendera kebebasan kita, dan itu akan menjadi gelombang di Suriah,” dia mengatakan.
Sejak konflik dimulai di kampung halaman mereka, warga Amerika Suriah berkumpul di tempat yang sama setiap tahunnya untuk memastikan “Dunia tidak akan lupa bahwa Suriah Masih ada.”
“Kita harus bekerja sama,” kata Imam Damaskus Moaz al-Khatib, yang juga mantan presiden Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi.
“Kita harus bersatu, dan jangan lupa: kebebasan adalah sesuatu yang harus Anda ambil, bukan diberikan.”
“Yang saya inginkan adalah sebuah negara, bebas dari rasa takut, dan perang,” kata Mariam al-Hafiz, seorang warga Suriah berusia 21 tahun yang pindah ke AS setelah konflik dimulai.
“Saya ingin kembali ke negara saya, dan melanjutkan hidup saya, saya ingin berada di tanah di mana saya dilahirkan.”
“Masyarakat dunia terjebak antara diktator dan kelompok haus darah Daesh,” katanya. “Dan hal yang menyedihkan adalah, masyarakat internasional telah melupakan rakyat Suriah.”[fq/islampos]

Saturday, 14 March 2015

Penjenayah perang Syria akan didakwa


Zeid Ra'ad al Hussein
Zeid Ra'ad al Hussein
GENEVA - SWITZERLAND . Suspek jenayah perang di Syria akan diheret ke muka pengadilan kerana melakukan perlanggaran kasar ke atas orang awam selepas kesemua bukti perbuatan kejam tersebut berjaya dikumpulkan, menurut Ketua Hak Asasi Manusia Pertubuhan Bangsa- Bangsa Bersatu (PBB), kelmarin.

Zeid Ra'ad al Hussein berkata, mereka sudah mempunyai sejumlah bukti dan senarai nama dalang di sebalik krisis yang berlarutan di Damsyik.

"Keadilan akan ditegakkan walaupun bukan dalam masa terdekat dan tiada pihak yang bakal terlepas daripada hukuman ini. Saya yakin bukti ini dapat mengheret dalang bertanggungjawab ke muka pengadilan," tegasnya ketika berucap menjelang ulang tahun keempat konflik di Syria.

Difahamkan, laporan Suruhanjaya Siasatan PBB diketuai diplomat Brazil, Paulo Pinheiro dijangka dibentangkan di Majlis Hak Asasi Manusia, Selasa ini.

Sehingga kini, Majlis Keselamatan PBB masih gagal untuk mengambil sebarang tindakan bagi menghentikan konflik yang telah meragut lebih 200,000 nyawa di Damsyik. - Reuters

Monday, 9 March 2015

Kerajaan Syria akan terus perangi IS


Mhd Tawfiq Abou Ghalon
Duta Syria di Malaysia Dr Mhd Tawfiq Abou Ghalon. - Foto Bernama
KUALA LUMPUR - Kerajaan Syria tidak kalah dalam usaha  memerangi kumpulan militan IS walaupun menghadapi tentangan hebat daripada kumpulan ekstremis itu.

Duta Syria di Malaysia Dr Mhd Tawfiq Abou Ghalon berkata kerajaan telah melakukan segala yang terdaya untuk mengekang dan membendung pengaruh IS, yang kini tertumpu di utara Syria, daripada menular ke selatan.

"Kerajaan masih mengawal keadaan. Jika kami mendapat sokongan...Saya percaya kami boleh menghancurkan mereka (IS)," kata beliau dalam temu bual di Wisma Bernama di sini, hari ini.

Selain IS, rejim Bashar al-Assad juga menghadapi tentangan daripada kumpulan pemberontak antikerajaan sejak meletus perang saudara.

Mhd Tawfiq mengutuk jenayah kejam yang dilakukan oleh IS sambil berkata Syria menjadi sasaran kerana ia adalah tempat bermulanya tamadun.

"Tiada apa yang bercirikan Islam mengenai IS. IS cuma direka untuk memberi gambaran buruk tentang Islam, untuk memusnahkan semua tamadun Islam," kata Mhd Tawfiq.

"Segala-galanya dalam Islam adalah terkawal. Tiada siapa boleh mengatakan kamu boleh menyembelih sesiapa. Ia bukan di bawah undang-undang Islam," katanya merujuk kepada penyembelihan dan pembunuhan dengan memenggal kepala mangsa oleh militan IS.

Kepada soalan lain, duta itu menggesa kerajaan menyiasat dan mengambil tindakan ke atas laman web dan media sosial yang menyebarkan fahaman IS.

"Mereka harus memantau laman web ini dan segera menutupnya. Saya tidak tahu mengapa ini tidak dilakukan," kata beliau.

IS telah dapat memanipulasi laman web dunia dan umpan psikologi untuk menarik ribuan anak muda, lelaki dan wanita untuk menyertai mereka.

Ramai yang bersimpati dan percaya mereka berjuang atas nama jihad dan tidak kurang juga ditaburkan dengan janji berupa ganjaran, hadiah dan kehidupan lebih baik, kata Mhd Tawfiq.

"Orang-orang ini tidak ambil peduli tentang Islam dan sesetengah daripada mereka langsung tidak tahu siapakah presiden Syria.

Mhd Tawfiq berkata perang saudara yang berlarutan dan kini memasuki tahun keempat telah memberi kesan ke atas semua orang di Syria, termasuk beliau dan keluarganya. 

Beliau berada dalam keadaan trauma apabila tidak dapat bertemu ibunya selama tiga tahun, walaupun sehingga ibunya meninggal dunia apabila infrastruktur musnah akibat perang.

"Ibu saya berada di Aleppo dan Saya berada di Damsyik. Jaraknya cuma 300km antara kami, dan saya tidak dapat menemui ibu saya sebelum beliau meninggal dunia. Adik lelaki saya juga ditembak semasa perang," kata beliau.

Duta itu yang memulakan tugasnya di Malaysia pada September tahun lepas berkata perang juga meninggalkan kesan ke atas generasi muda.

"Apabila kami baru berpindah ke sini, anak bongsu saya terdengar bunyi guruh dan bertanya sama ada pengeboman juga berlaku di sini," kata beliau. - Bernama

Malaysia dipelawa bantu bangun semula Syria

Mhd Tawfiq Abou Ghalon
Pengarang Bernama Datuk Zakaria Abdul Wahab (kiri) menyampaikan cenderahati kepada Kuasa Usaha Sementara Syria, Dr Mhd Tawfiq Abou Ghalon ke Malaysia Mhd Tawfiq Abou Ghalon. - Foto Bernama

KUALA LUMPUR - Selepas terjebak dalam perang saudara selama empat tahun, Syria mempunyai harapan untuk dibina semula dan Malaysia dipelawa bagi menyertai usaha itu, kata Kuasa Usaha Sementara Syria, Dr Mhd Tawfiq Abou Ghalon.
    
Katanya, keadaan semasa di Syria semakin baik tetapi memerlukan masa sebelum usaha itu boleh mengambil tempat, syarikat-syarikat Malaysia boleh mengambil bahagian dalam kerja-kerja pembinaan semula infrastruktur yang musnah semasa krisis.
    
"Kami mahu Malaysia menyokong kami. Pelabur boleh datang ke Syria memandangkan Damsyik (ibu negara) dan banyak bandar-bandar lain adalah selamat,  banyak masalah yang berlaku sekarang, tertumpu di sempadan.
    
"Sebelum ini, banyak syarikat-syarikat Malaysia terlibat dalam projek-projek infrastruktur seperti lapangan terbang dan stesen metro, tetapi semua ini berakhir disebabkan krisis," katanya kepada Bernama di sini hari ini selepas melakukan kunjungan hormat ke atas Ketua Pengarang Pertubuhan Berita Nasional Malaysia Datuk Zakaria Abdul Wahab.
   
Mhd Tawfiq berkata Syria mahu belajar dari Malaysia, terutama semasa proses membina semula berjalan, disebabkan kedua dua negara ini banyak berkongsi ciri-ciri umum termasuk nilai-nilai agama dan budaya yang pelbagai. 
    
Beliau berkata kedua-dua negara sentiasa mengekalkan hubungan yang baik walaupun semasa krisis, dan ini merupakan isyarat mesra yang  amat dihargai oleh kerajaan Syria.
    
Mhd Tawfiq yang dilantik sebagai Kuasa Usaha Sementara Syria di sini sejak tujuh bulan yang lalu, berharap Kedutaan Besar Malaysia di Damsyik, yang ditutup pada Julai 2012, akan dibuka semula bagi membantu rakyat Malaysia mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan semasa di negara tersebut.
    
Pada masa sekarang, Kedutaan Malaysia terdekat, terletak di Beirut, Lebanon.
Beliau ketika bercakap mengenai krisis yang sedang berlangsung, berkata  aktiviti ekonomi Syria, yang sebelum ini baik, telah terhenti disebabkan  konflik serta sekatan oleh Amerika Syarikat dan Kesatuan Eropah.
    
"Ekonomi negara adalah sangat baik. Dalam sektor pertanian, kita tidak mengimport apa-apa makanan, sebaliknya kita menjadi negara pengeksport. Kami juga mengeksport tekstil, tetapi sekarang, segala-galanya berhenti," katanya. 
    
Antara produk-produk eksport Syria termasuklah minyak, mineral, produk petroleum mentah, tekstil, buah-buahan serta sayur-sayuran. 
    
Hampir 200,000 orang terbunuh sejak konflik bermula pada Mac, 2011, manakala tujuh juta orang hilang tempat tinggal dan lebih daripada tiga juta menjadi pelarian. - Bernama

Sunday, 8 March 2015

Komander Barisan al-Nusra maut

Abu Hammam al-Shami
Abu Hammam al-Shami

DAMSYIK 7 Mac – Komander kanan Barisan al-Nusra, Abu Hammam al-Shami dilaporkan terbunuh dalam serangan udara tentera Syria, di wilayah Idlib, kelmarin.
Agensi berita SANA melaporkan, dia yang juga dikenali sebagai al-Farouq al-Suri merupakan pe­mimpin veteran kumpulan al-Qaeda dari Damsyik yang memegang jawatan sebagai Komander Tentera Umum kumpulan berkenaan.
Minggu lalu, anggota-anggota kumpulan bersenjata berkata, Abu Hammam terbunuh dalam serang­an udara oleh tentera Amerika Syarikat (AS).
Bagaimanapun kelmarin mereka berkata, pemimpin kumpulan itu dibunuh ketika sedang bermesyuarat dengan seorang lagi komander Barisan al-Nusra.
Serangan udara tersebut berlaku sehari selepas kumpulan bersenjata mengaku bertanggungjawab dalam serangan maut terhadap ibu pejabat perisikan tentera udara di Aleppo.
Portal Al-Jazeera melaporkan dari Lebanon, Abu Hammam dianggap ‘perancang’ kepada Barisan al- Nusra dan kematiannya dianggap tamparan hebat kepada kumpulan tersebut.
Jurucakap Pentagon, Kolonel Steve Warren berkata, pihaknya tidak dapat mengesahkan laporan media mengenai kematian ber­kenaan.
Barisan al-Nusra buat pertama kali muncul di Internet pada awal tahun 2012 dan mengaku bertanggungjawab dengan serangan berani mati di wilayah Aleppo dan Damsyik.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/komander-barisan-al-nusra-maut-1.66956#sthash.i2ENMS8H.dpuf

Friday, 6 March 2015

34 maut di Aleppo

Beirut: Sekurang-kurangnya 34 orang terbunuh semalam apabila kumpulan penentang melancarkan serangan besar-besaran terhadap markas perisikan tentera udara Syria di Aleppo, sehari selepas mereka menolak rancangan gencatan senjata yang dikemukakan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) untuk bandar berkenaan.
Kumpulan pemantau hak asasi Syria berkata, 20 daripada yang terbunuh itu ialah anggota tentera Syria yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad sementara 14 lagi penentang.
“Matlamat serangan ialah menyerang bangunan markas perisikan dan menguasainya. Bagaimanapun, mereka gagal,” kata Rami Abdel Rahman, pengarah kumpulan pemantau yang berpejabat di Britain itu.
Enam orang awam juga maut dalam serangan berasingan penentang terhadap kawasan yang dikuasai rejim Bashar.
Serangan semalam bermula dengan letupan kuat dalam sebuh terowong berhampiran bangunan perisikan itu.
“Mereka meletupkan terowong yang mereka gali dan kemudian melancarkan serangan di kawasan sekitar markas perisikan tentera udara itu,” kata sumber tentera Syria.
Anggota kumpulan penentang lain kemudian menyerang bangunan itu yang sebahagiannya sudah runtuh akibat letupan terdahulu.
Serangan itu dipatahkan dengan bantuan serangan udara oleh tentera Syria terhadap kedudukan penentang.
Sekutu al-Qaeda di Syria, Barisan Al-Nusra, berkata dalam Twitter, anggotanya dan beberapa pejuang kumpulan penentang lain, terbabit dalam serangan berkenaan, yang paling buruk berlaku di Aleppo sejak penentang menolak cadangan gencatan senjata PBB untuk menghentikan pertempuran.
Pertempuran di Aleppo meletus sejak pertengahan 2012 dan penguasaan terhadap bandar yang sebelum itu pernah menjadi pusat komersial Syria, kini terbahagi kepada penentang di timur dan penyokong Bashar di barat.
Ibu pejabat perisikan tentera udara di bandar berkenaan adalah kawasan strategik bagi tentera Bashar dan kawasan sekitarnya berulang kali menjadi sasaran serangan penentang.
Artikel ini disiarkan pada : Jumaat, 6 Mac 2015 @ 7:32 AM


SEORANG anggota pertahanan awam cuba memadamkan kebakaran pada sebuah kenderaan di kawasan yang menjadi sasaran serangan bom tong oleh tentera Bashar di Aleppo, semalam.
- See more at: http://www.hmetro.com.my/node/34990#sthash.zK60mGvJ.dpuf

Assad dakwa masih terima sokongan rakyat

Bashar al-Assad
Bashar al-Assad

DAMSYIK 5 Mac – Pre­siden Syria, Bashar al-Assad berkata, beliau masih menerima sokongan daripada rakyat walaupun konflik di negara ini sudah berlanjutan selama empat tahun dan menerima tekanan an­tarabangsa.
Bashar berkata, imej negatif mengenai dirinya yang dipaparkan oleh Barat telah diputarbelitkan.
“Rakyat, negara-negara di rantau ini dan Barat menentangnya, namun dia masih berkuasa.
“Sama ada anda menipu kami atau jika anda bercakap tentang Superman, namun Superman tidak wujud, saya hanya seorang Presiden biasa, bermakna saya mampu bertahan selama empat tahun hanya dengan menerima sokongan rak­yat,’’ katanya dalam temu bual dengan badan penyiaran Portugal, RTP.
Kerajaan Assad berdepan pelbagai masalah termasuk perang saudara dan ancaman daripada kumpulan militan Negara Islam (IS) selepas meletus kebangkitan rakyat di Syria pada Mac 2011.
Dipercayai lebih 220,000 orang terbunuh dalam konflik di Syria, namun Assad menafikan jumlah korban berkenaan.
Assad juga menafikan pentadbiran Syria mengalami kegagalan.
“Institusi negara ini masih berfungsi, kami masih membayar gaji (kepada kakitangan kerajaan), walaupun di kawasan yang dikawal pengganas.
“Syria masih belum tumbang,’’ katanya.
Beliau menyokong satu penyelesaian politik kepada konflik di negara ini, namun kebanyakan parti pembangkang menerima sokongan asing termasuk dari negara-negara Teluk. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/assad-dakwa-masih-terima-sokongan-rakyat-1.66331#sthash.7EeLhLqQ.dpuf

Sunday, 1 March 2015

20 serangan udara terhadap IS di Syria


Gambar fail serangan udara oleh tentera Amerika Syarikat di Kobani, Syria pada 22 Oktober tahun lalu. - Foto AP
WASHINGTON: Pakatan yang diketuai Amerika Syarikat (AS) melancarkan 20 serangan udara di Syria sejak awal semalam, termasuk terhadap 13 sasaran militan IS berhampiran bandar sempadan Kobani.
Dalam satu kenyataan hari ini, Pasukan Petugas Khas Bersama menyatakan serangan udara di Syria itu turut dilancarkan terhadap kawasan berhampiran al Hasaka, Dayr az Zawr dan Tal Harris.
Menurutnya, 11 serangan udara turut dilancarkan terhadap kumpulan IS di Iraq sejak awal semalam.
Serangan udara itu menyusul selepas 14 serangan sebelum ini kelmarin dan semalam. - Reuters

Thursday, 26 February 2015

Badan hak asasi gesa Syria dikenakan sekatan senjata


Keadaan satu kawasan kediaman di Syria yang musnah teruk selepas
Keadaan satu kawasan kediaman di Syria yang musnah teruk selepas diserang menggunakan bom barel oleh tentera kerajaan Bashar al-Assad. - AGENSI
NEW YORK 25 Feb. – Pertubuhan Hak Asasi Manusia menggesa sekatan senjata dikenakan ke atas Syria bagi menghukum kerajaan Presiden Bashar Al-Assad kerana terus menerus menggunakan bom yang membawa kemusnahan dahsyat dalam serangan-serangan ke atas pemberontak.
Beribu-ribu orang awam dilaporkan telah terkorban atau cedera disebabkan dalam serangan bom barel yang merupakan sejenis senjata yang dihasilkan daripada tong minyak, silider gas dan tangki air yang diisi dengan bahan letupan dan sepihan besi yang digugurkan dari helikopter, kata pertubuhan yang berpangkalan di Amerika Syarikat itu.
Dengan menggunakan imej satelit, pertubuhan itu mengenal pasti sekurang-kurangnya 450 kawasan di 10 bandar dan perkampungan di selatan Daraa selain lebih 1,000 kawasan di bandar Aleppo di utara Syria rosak teruk sejak beberapa tahun lalu ekoran penggunaan bom barel.
Kumpulan hak asasi manusia itu juga meneliti berpuluh-puluh rakaman video yang dimuat naik di laman YouTube menunjukkan kawasan yang mengalami kesan teruk dan helikopter Syria Mi-17 menggugurkan bom barel di kawasan orang awam.
Pertubuhan itu berkata, satu sekatan bekalan senjata akan menghadkan kemampuan rejim Syria untuk melancarkan serangan udara dan menghadkan keupayaan rejim itu untuk membeli helikopter baharu atau menyelenggara pesawat-pesawat pejuang.
Gesaan itu dibuat sejurus selepas Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) cuba mendapatkan sokongan Bashar untuk menghentikan serangan ke atas Aleppo dan membenarkan pasukan bantuan kemanusiaan masuk untuk memberi bantuan kepada orang awam.
“Selama beberapa tahun, Majlis Keselamatan PBB masih tidak melakukan apa-apa bagi menghentikan kempen pengeboman udara oleh kerajaan Bashar di kawasan pemberontak yang turut memusnah, membunuh dan menyebabkan orang awam kehilangan tempat tinggal.
“Di tengah-tengah perbincangan bagi menghentikan sementara serangan di Aleppo, persoalannya sekarang ialah sama ada Rusia dan China akan membenarkan Majlis Keselamatan PBB melaksanakan sekatan bagi menghentikan penggunaan bom barel,” kata Nadim Houry, Pengarah Pertubuhan Hak Asasi Manusia di Asia Barat. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/badan-hak-asasi-gesa-syria-dikenakan-sekatan-senjata-1.63585#sthash.jsN5RRrs.dpuf

Wednesday, 25 February 2015

Presiden Yemen tarik peletakan jawatan

penunjuk perasaan anti-Huthi mengadakan demonstrasi bagi menunjukkan
PENUNJUK perasaan anti-Huthi mengadakan demonstrasi bagi menunjukkan sokongan kepada Presiden Yemen, Abd Rabbuh Mansur Hadi di Sanaa pada 23 Februari lalu. – REUTERS
SANAA 24 Feb. - Presiden Yemen, Abd Rabbuh Mansur Hadi secara rasmi hari ini menarik kembali peletakan jawatannya sebagai ketua negara ini selepas mengadakan pertemuan dengan beberapa pegawai kanan keselamatan dan gabenor wilayah Aden.
Menurut laman web berita Alhadath-Yemen, Abd Rabbuh sudah menghantar surat rasmi berhubung keputusannya menarik balik peletakan jawatannya itu ke Parlimen, hari ini.
Abd Rabbuh dalam surat itu berkata, keputusan tersebut dibuat selepas melihat situasi semakin meruncing di selatan dan utara negara ini yang memerlukan tindakan pemulihan segera.
Kelmarin, Abd Rabbuh bertindak membatalkan segala keputusan dan ketetapan yang telah diambil oleh pemberontak Huthi ketika memegang tampuk kerajaan buat sementara waktu.
“Semua keputusan dan langkah-langkah yang diambil sejak 21 September lalu adalah tidak sah dan sudah dibatalkan,” jelas Abd Rabbuh dalam satu kenyataan.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/presiden-yemen-tarik-peletakan-jawatan-1.63116#sthash.MkVrGXkv.dpuf

Monday, 23 February 2015

Ibu bapa rayu anak gadis ke Syria pulang


Kadiza Sultana, Shamima Begum
LONDON - BRITAIN. Ibu bapa kepada Shamima Begum yang dipercayai menuju ke Syria merayu supaya gadis tersebut pulang.

Berdasarkan laporan CNN, Shamima, 15, bersama seorang lagi gadis, Kadiza Sultana, 16, dilaporkan berlepas ke Istanbul dari Lapangan Terbang Gatwick, Selasa lepas.

"Kami sangat merinduimu dan sangat bimbangkan awak," kata ibu bapa Shamima melalu satu kenyataan, Sabtu lepas.

Menurut mereka, mereka faham bahawa Shamima ada keinginan untuk membantu mangsa peperangan di Syria.

"Awak boleh membantu mereka dari rumah. Awak tak perlu letakkan diri anda dalam bahaya," tambah kenyataan tersebut.

Serangan bom di Syria ragut empat nyawa


Serangan bom di Syria ragut empat nyawa
DAMSYIK - SYRIA. Empat penduduk awam terbunuh selepas pengebom berani mati yang memandu ambulans menyerang sebuah hospital di pinggir bandar Qardaha, semalam.
Difahamkan, ia adalah serangan pertama disasarkan di kampung halaman Presiden Bashar al-Assad sejak perang saudara meletus di negara rantau Arab itu kira-kira empat tahun lalu.

Serangan itu berlaku selepas Pemerhati Hak Asasi Manusia bagi Syria melaporkan bahawa tentera kerajaan menghukum mati 48 penduduk termasuk 10 kanak-kanak di kampung Rityan yang terletak di utara, awal minggu lalu.
“Seorang lelaki yang memandu ambulans sarat dengan bahan letupan memasuki kawasan letak kereta di hospital Qardaha. Seorang lagi lelaki dalam ambulans itu tapi tidak dapat dipastikan sama ada dia turut terbabit atau seorang tebusan," kata pengarah pertubuhan berkenaan, Rami Abdel Rahman.

Sebuah makam menempatkan kubur bapa Bashar, Hafez dan abangnya, Bassil, terletak di Qardaha. - Channel News Asia

Serangan bom di Syria ragut empat nyawa


DAMSYIK - SYRIA. Empat penduduk awam terbunuh selepas pengebom berani mati yang memandu ambulans menyerang sebuah hospital di pinggir bandar Qardaha, semalam.
Serangan bom di Syria ragut empat nyawa
Difahamkan, ia adalah serangan pertama disasarkan di kampung halaman Presiden Bashar al-Assad sejak perang saudara meletus di negara rantau Arab itu kira-kira empat tahun lalu.

Serangan itu berlaku selepas Pemerhati Hak Asasi Manusia bagi Syria melaporkan bahawa tentera kerajaan menghukum mati 48 penduduk termasuk 10 kanak-kanak di kampung Rityan yang terletak di utara, awal minggu lalu.
“Seorang lelaki yang memandu ambulans sarat dengan bahan letupan memasuki kawasan letak kereta di hospital Qardaha. Seorang lagi lelaki dalam ambulans itu tapi tidak dapat dipastikan sama ada dia turut terbabit atau seorang tebusan," kata pengarah pertubuhan berkenaan, Rami Abdel Rahman.

Sebuah makam menempatkan kubur bapa Bashar, Hafez dan abangnya, Bassil, terletak di Qardaha. - Channel News Asia

Tentera Turki jaga makam di Syria pulang


23 Februari 2015 1:00 AM


ANKARA 22 Feb. – Sebanyak 572 anggota tentera Turki semalam, memasuki Syria bagi mengiringi pulang 40 orang rakan mereka yang mengawasi sebuah makam di Aleppo, bandar yang dikuasai oleh militan Negara Islam (IS), kata Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, hari ini.
Menurut portal Mail Online, seramai 40 tentera mengawal kompleks Makam Suleyman Shah, datuk kepada pengasas empayar Uthmaniyyah, Osman 1.
Ahmet berkata, kumpulan besar tentera Turki itu menggunakan 39 kereta kebal, 57 buah kereta perisai, dan lebih 100 buah kenderaan tentera lain dalam operasi tersebut.
Menurut tentera Turki dalam satu kenyataan, seorang anggotanya terbunuh dalam operasi mengawal makam itu di Sungai Euphrates, kira-kira kira-kira 30 kilometer dari sempadan negara ini.
Bagaimanapun, anggota tentera itu terbunuh semasa peringkat awal operasi, dan kumpulan tersebut tidak terlibat dalam sebarang pertempuran dalam misi terbabit.
Tentera berkata, keputusan untuk membawa pulang anggotanya dibuat berikutan keadaan keselamatan yang semakin rapuh di kawasan sebahagian di wilayah Aleppo yang kini berada dalam kawalan IS.
Sementara itu, pihak berkuasa Turki minggu lalu, menafikan laporan yang menyatakan seorang tenteranya telah diculik oleh IS.
Ankara sebelum ini berulang kali memberi amaran akan melancarkan tindakan ketenteraan sekiranya anggota tentera Turki yang menjaga makam itu dicederakan.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/tentera-turki-jaga-makam-di-syria-pulang-1.62404#sthash.YynD4lTD.dpuf

Sunday, 22 February 2015

PBB sedia dedah penjenayah perang


PBB sedia dedah penjenayah perang
GENEVA - SWITZERLAND. Penyiasat Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) berkata, mereka bersedia untuk menerbitkan senarai kira-kira 200 individu yang didakwa terlibat dalam jenayah perang di Syria.

Langkah itu adalah bagi membantu untuk mengekang peningkatan dalam kekejaman peperangan selepas hampir empat tahun konflik berlarutan di negara rantau Arab itu.

Penyiasat berkata, langkah itu juga membolehkan individu yang terlibat dalam penyeksaan, pembunuhan dan penculikan disenaraikan dalam senarai antarabangsa. Dalam pada itu, penyiasat turut mendedahkan kes kekejaman di Syria semakin meningkat.

"PBB mempunyai empat senarai individu dan kumpulan yang dipercayai melakukan jenayah perang dan juga jenayah terhadap kemanusiaan, tetapi senarai-senarai itu disimpan di dalam peti keselamatan di Switzerland," menurut salah seorang panel penyiasat PBB.

Angka dikeluarkan PBB menunjukkan lebih 200,000 orang, kebanyakan daripada mereka adalah orang awam terbunuh sejak perang saudara di Syria tercetus sekitar September 2011. - Al Jazeera